Tuntaskan Setiap Hari Dan Lupakanlah

setiap hari

“Tuntaskan setiap hari, dan lupakanlah. Kamu telah mengerjakan semampumu; sejumlah kekeliruan dan ketidak normalan sudah jelas akan muncul; lupakan sesegera mungkin. Esok adalah hari baru; kamu harus mengawalinya dengan baik dan tenang, serta dengan semangat tinggi yang tak mampu dirintangi oleh omong kosong lamamu.”

– Ralph Waldon Emerson

Setiap hari tidak akan selalu berjalan seperti yang kita inginkan. Seluruh rutinitas dan daftar rencana merupakan cita-cita. “Kamu pergi menyelam untuk mencari mutiara,” ujar Jerry Gracia, “tetapi terkadang kamu malah mendapati kerang.”

Yang penting adalah berhasil melewatinya hingga pengunjung hari, apa pun itu. Betapa pun buruk kondisinya, pastikan untuk menuntaskannya di akhir agar kau bisa mencapai hari esok. Setelah menghabiskan hari bersama putranya yang berumur 5 tahun, Nathaniel Hawthorne menulis di buku hariannya, “Kami mengakhiri hari itu sebaik mungkin.” Sebagian hari memang kamu akhiri sebaik mungkin.

Setiap Hari Adalah Lembaran Kosong

Ketika matahari terbenam dan kau mengenang hari itu, bersikap longgarlah pada diri sendiri. Sedikit memaafkan-diri besar manfaatnya. Sebelum tidur buatlah daftar hal-hal yang telah kamu raih, lalu tuliskan daftar hal-hal yang ingin kamu selesaikan esok. Kemudian, lupakanlah. Tidurlah dengan pikiran yang jernih. Biarkan pikiran bawah sadarmu yang bekerja selagi kamu terlelap.

Suatu hari yang tampak tersia-sia mungkin kelak ada kegunaan atau manfaat atau keindahan darinya di kemudian hari. Ketika seniman video game Peter Chan masih belia, dia sangat senang menggambar, tetapi dia akan menggumpulkan gambar-gambar “buruknya” dengan penuh frustasi. Ayahnya meyakinkan dirinya bahwa dia meratakan gambar-gambar “buruknya” alih-alih mengumpulkannya, dia bisa memuatnya lebih banyak di keranjang sampah. Setelah ayahnya meninggal, Chan sebuah map yang berlaber “Peter” dalam barang-barang milik ayahnya. Saat dia melihat isinya, ternyata map itu penuh dengan gambar-gambar lama dirinya yang terbuang. Ayahnya telah menyelinap masuk ke dalam kamarnya dan mengambil gambar-gambar yang dipandangnya layak diselamatkan dari keranjang sampah.

Baca Juga : Membuat Daftar

Setiap hari merupakan lembaran kosong : Bila kamu sudah selesai mengisinya, kamu bisa menyimpannya, kamu bisa mengumpalkannya, atau kamu bisa menyelipkannya ke keranjang sampah khusus daur ulang dan meninggalkannya. Hanya waktulah yang akan memberitahumu nilainya.

“Setiap hari adalah perkara baru. Teruslah berkarya dan barangkali sesuatu akan muncul.”

– Harvey Pekar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.