Titel Pekerjaan – Kreativitas Bukanlah Sebuah Nomina

sebuah titel pekerjaan

“Kamu perlu melakukan sesuatu sebelum kamu bisa dikatakan telah mencapai sesuatu. Titel seniman atau arsitek atau musisi perlu untuk diraih.”

– Dave Hickey

Banyak sekali orang ingin meraih tujuannya tanpa melakukan pekerjaannya. Mereka menginginkan sebuah titel pekerjaan tanpa bersusah payah melakukan pekerjaannya.

Lupakanlah hal yang berusaha kamu capai (nomina), dan fokuslah pada kerja aktual yang perlu kamu lakukan (verbanya). Melakukan verbanya akan membawamu ke tempat yang lebih jauh dan jauh lebih menarik.

Jika kamu memilih nomina yang salah sebagai cita-citamu, kamu pun akan tersangkut dengan verba yang salah. Ketika orang-orang menggunakan kata “kreatif” sebagai sebuah titel pekerjaan, itu tidak saja membagi dunia secara salah ke dalam “orang-orang kreatif” dan “orang-orang tidak kreatif”. Namun, menjadi kreatif tidak pernah jadi sebuah tujuan; ia merupakan sebuah sarana pada hal yang lain. Kreativitas hanyalah sebuah alat. Kreativitas dapat digunakan untuk mengorganisasi ruang dudukmu, melukis sebuah mahakarya, atau merancang sebuah senjata penghancur massal. Jika kamu hanya berkeinginan menjadi “kreatif”, kamu bisa saja menghabiskan waktumu dengan menunjukkan bahwa kamu memang kreatif: mengenakan kacamata karya perancang, mengetik dengan Macbook Pro-mu, dan mengunggah foto-foto dirimu di studio yang diterangi sinar matahari di Instagram.

Ketika “Pelukis” Sebagai Sebuah Titel Pekerjaan

Sebuah titel pekerjaan bisa mengacaukanmu. Titel pekerjaan, jika dipandang terlalu serius, akan membuatmu merasa seakan-akan kamu perlu bekerja dengan cara yang sesuai dengan titelmu, bukan dengan cara yang sesuai dengan kerja aktualmu. Titel pekerjaan juga dapat membatasi jenis-jenis pekerjaan yang menurutmu dapat kamu lakukan. Seandainya kamu hanya memandang dirimu sebagai seorang “pelukis”, maka apa yang terjadi jika kamu ingin mencoba untuk menulis? Seandainya kamu hanya memandang dirimu sebagai “pembuat film”, apa yang terjadi jika kamu ingin mencoba memahat?

Baca Juga: Belajar Menolak Dengan Berkata Tidak

Jika kamu menantikan seseorang untuk memberikanmu sebuah titel pekerjaan sebelum kamu melakukan pekerjaannya, kamu mungkin tak akan pernah bisa melakukan pekerjaannya sama sekali. Kamu tak bisa menantikan seseorang untuk menyebutmu sebagai seorang seniman sebelum kamu membuat sebuah karya seni. Kamu tak akan pernah bisa mencapainnya.

Ketika dan jika kamu akhirnya bisa menjadi nomina-ketika sebuah titel pekerjaan yang diidamkan dianugerahi kepadamu oleh orang lain-jangan berhenti melakukan verbamu.

Sebuah titel pekerjaan tidak benar-benar untuk dirimu, melainkan untuk yang lain. Biarkan orang lain yang mencemaskan tentang diri mereka. Bakar kartu nama bisnismu jika terpaksa.

Lupakan nominanya sama sekali. Lakukan verbanya.

“Aku tidak tahu apa diriku ini. Aku tahu bahwa aku bukanlah sesuatu sebuah-nomina. Aku seakan sebuah verba, sebuah proses yang berevolusi.”

– R.Buckminster Fuller

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.