Tanda-Tanda Peringatan: Perhatikan Ketika Kebosanan Muncul

ketika kebosanan muncul

Ketika Kebosanan Muncul, itu Merupakan Tanda Peringatan

Seperti yang dia katakan, “Otak kita menyukai tenggat waktu.”

Dia tidak meninggalkan bisnisnya, melainkan memfokuskan kembali perhatiannya dan menemukan kembali akuntabilitas serta tujuannya.

Tetapi disisi lain, kadang kala tanda-tanda kejemuam memberitahu Anda untuk menjauh dari sebuah gagasan, seperti yang dialami Alexandra Franzen setelah dia mengalami kejenuhan di awal bisnisnya.

Sebagai seorang penulis buku yang produktif, antara lain 50 Ways to Say Yoy’re Awesome, Alexandra mengasah salah satu keahliannya sejak awal, yaitu menawarkan jasa yang spesifik namun dibutuhkan, kepada para kliennya.

“Ketika saya meluncurkan bisnis itu tahun 2010, saya terlalu terburu-buru ‘mengisi ceruk’saya,” ujarnya. “Saya menempatkan diri sebagai penulis resume dan surat pengantar yang kreatif-yang tidak hanya menjadi keterampilan tetapi juga layanan yang dibutuhkan oleh orang-orang.

“Kenyataanya, itu bukan panggilan hidup saya. Pekerjaan itu terlalu membatasi dan cepat membosankan. Jadi saya berganti haluan dan memosisikan ulang diri saya sebagai penulis bagi para wiraswasta. Dengan pergerasan ini, saya bisa bernapas lagi dan punya ruang untuk bertumbuh serta merik jenis klien yang saya inginkan.”

Berlawanan dengan Thomas, Alexandra mengisi waktunya dengan pekerjaan yang menghasilkan uang dan klien yang bersemangat. Namun, karena dia berfokus pada sesuatu yang tidak sesuai dengan hasratnya, ketika kebosanan muncul, itu pun melanda dan mengurungnya. Saya melihat dia mengalami kekecawaan dan ketelenaan seperti Thomas, mesikipun alasannya agak berbeda. Tetapi Alexandra tidak ngotot. Dia memfokuskan ulang perhatiannya. Dia mereposisi seluruh bisnis dan pendekatannya.

Penulis resume sesungguhnya bukan ide yang buruk, tetapi itu ide yang buruk bagi dia. Ketika dia tersiksa oleh kebosanan, itu merupakan tanda peringatan yang dia butuhkan. Sebagai wiraswata, Anda akan mulai bosan dengan proyek dan ide dan aspek tertentu dari pekerjaan Anda. Itu bukan berarti Anda harus meninggalkannya atau menyerah. Itu adalah tanda yang jelan untuk mundur sejenak dan merenung. Bisa jadi Anda tidak bosan dengan tugas atau proyek tertentu. Mungkin masalah itu jauh lebih besar daripada sekedar ketika kebosanan muncul. Mungkin itu sebenernya merupakan tanda bahwa Anda tidak mencintai pekerjaan Anda, atau Anda tidak melakukan apa yang perlu Anda lakukan.

ketika kebosanan muncul, ia tidak memberikan jawaban, tetapi merupakan sinyak untuk becermin dan bertanya kepada diri sendiri, “Kenapa aku begitu bosan?”

Kebosanan melahirkan penilaian yang buruk. Jadi jika Anda mengabaikannya, atau tergesa-gesa mengambil keputusan, kesalahan akan siap menerkam Anda di tikungan. Jangan bereaksi atau menyembunyikan kebosanan seolah-olah tidak terjadi. Catat dan pertimbangkan mengapa Anda bosan, frustasi, atau tidak bersemangat. Jawabannya mungkin menyerah, tetapi mungkin juga sebaliknya, yaitu bertahan dengan memfokuskan ulang perhatian, merekayasa, atau melakukan sedikit perubahan di sana-sini. Apa pun pilihan Anda, ketika kebosanan muncul itu bukan kesalahan, tetapi jika Anda membiarknya tumbuh dan bergejolak diluar kendali, momen keterkejutan sudah lebih dekat daripada yang Anda perkirakan.

Jadi jika Anda jenuh dan lesu, tengoklah ke dalam diri sendiri dan tanyakan alasannya kepada diri sendiri. Topik ini menjadi pengantar kita memasuki tanda peringatan berikutnya dan peran naluri Anda ketika kesalahan sudah dekat.

TERINPIRASI OLEH KISAH ALEXANDRA FRANSEN, THOMAS FRANK, JIM HOPKINSON, DAVE CONREY, NICK SIMMS, MITCH JOEL.

Pages: 1 2

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.