Tanda-Tanda Peringatan: Perhatikan Ketika Kebosanan Muncul

ketika kebosanan muncul

Meskipun ini berfokus pada sederet wiraswasta inspiratif, bagian ini seolah-olah ditujukan untuk diri saya sendiri. Ketika saya merasa bosan dengan sebuah proyek baru-saya selalu mencari ide baru, ide yang lebih baik, ide yang lebih segar-saya benar-benar galau. Tetapi bukan saya saja yang mengalami kebosanan, karena kalau sudah sampai soal tanda peringatan, Anda perlu perhatikan bahwa ketika kebosanan muncul adalah tanda menuju kesalahan.

Ketika kebosanan muncul bukan tanda bahwa sebuah proyek atau gagasan itu buruk atau petunjuk bagi Anda untuk melarikan diri, karena hal itu malah akan mengarah pada masalah lain. Meskipun kebosanan kadang merupakan sinyal untuk melarikan diri dan menyerah, pada kesempatan lain kebosanan adalah petunjuk bagi Anda untuk berpantangan mundur dan mempertahankan tujuan Anda.

Sering kali kita sulit menentukan naluri mana yang harus kita ikuti. Namun, satu pendekatan jitu menghadapi kebosanan adalah dengan merenungkan posisi Anda dan apa yang sedang Anda kerjakan, karena kesalahan mungkin sudah dekat. Kebosanan melahirkan penilaian yang buruk. Ketika kebosanan muncul Anda melakukan tindakan yang seharusnya tidak Anda lakukan. Ketika Anda bosan, Anda menghabiskan waktu berjam-jam menonton televisi. Ketika Anda bosan, Anda mengirimkan pesan kepada mantan istri atau suami dan mengawali percakapan yang akhirnya Anda sesali.

Kita semua pernah mengalaminya. Itu adalah saat yang buruk, dan seperti yang sudah pernah kita bicarakan, penilaian yang buruk dan bisnis adalah dua hal yang tidak cocok. Ada dua orang yang saya kenal, mengalami kebosanan yang berbeda. Kebosanana mengajarkan kepada Alexandra Franzen untuk membanting setir, sementar kebosanan membuat Thomas Frank bertahan dan berkomitmen pada gagasannya. Nanti kita membahas tentang Alexandra. Sekarang saya memperkenalakan Anda lebih dahulu kepada Thomas yang punya begitu banyak waktu yang tidak dia isi dengan sebanyak mungkin pekerjaan yang bisa dia lakukan.

Ketika Thomas mendirikan College Info Geek sembari kuliah, dia berfokus pada kegiatannya menulis dan mengisi blog, juga membantu teman-temannya sesama mahasiswa menghadapi masalah uang pinjaman, penyusunan anggaran, dan lain-lain.

“Kesalahan saya adalah saya menjadikan hidup saya terlalu sederhana,” ujarnya kala menjelaskan periode ketika blognya mendapatkan perhatian dan mulai meledak. “Ketika saya mulai kuliah, saya mengisi waktu dengan sebanyak mungkin kegiatan: mengerjakan tugas-tugas klub, menjadi pemimpin asrama, dan mencari pekerjaan sambilan. Saya juga memulai College Info Geek, tetapi begitu usaha itu mulai berkembang saya memutuskan berhenti melakukan aktivitas apa pun yang saya anggap tidak esensial.”

Baca Juga: Kerja Sama dan Kolaborasi Dalam Suatu Tim adalah Hal Kritis

“Menurut saya”, lanjutnya, “dengan banyak waktu yang saya miliki, saya bisa mengerjakan lebih banyak hal. Tetapi seiring berjalannya kuliah, yang saya kerjakan justru semakin sedikit karena ketiak Anda mempunyai begitu banyak waktu yang tidak tertata, Anda dengan amat mudah menyia-nyiakannnya.”

Mendengarkan kisahnya, saya mengangguk setuju, dan berempati dengan tiap kata yang dia ucapkan karena saya juga merasa bosan dan malas ketika sebuah proyek mulai berkembang. Tetapi untuk Thomas, ketika kebosanan muncul, bukan disebabkan oleh idenya, melainkan oleh banyak waktu luang yang menggodanya untuk makan ini, menonton itu, mengirim pesan ke mantan-mantan pacar. Dengan kata lain, dia terlena.

Keterlenaan adalah salah satu hambatan terbesar Anda, karena seberapa produktifkah Anda ketiak merasa jenuh dan lesu? Dalam kondisi itu saya sendiri tidak produktif, meski saya pernah bertemu sejumlah orang yang justru berkembang dalam kondisi semacam itu.

Thomas jenuh bukan karena dia tidak menikmati College Info Geek atau karena itu ide yang buruk, melainkan ia melupakan tujuan awalnya mendirikan usaha itu ketika dia harus memenuhi sejumlah tenggat waktu.

Pages: 1 2

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.