Suatu Iklan yang Creepy Disruptif

suatu iklan

Hidup di masa inovatif lahir dengan sangat cepat, kadang membuat kemampuan kita untuk menciptakan sesuatu tudak sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia untuk menerima atau berfungsi di dalam satu kerangka kerja yang baru. Hal tersebut merupakan alasan pentingnya untuk bertanya kepada diri kita sendiri “mengapa” sebelum menggunakan teknologi baru-tidak hanya untuk menghindari menghabiskan sumber daya pada sesuatu yang mungkin atau tidak mungkin membawa kita kepada kesuksesan bisnis tetapi karena kadang-kadang inovasi berada di depan kurva pembelajaran pasar kami. Atau, seperti kasus suatu iklan dari suatu film berikut ini, sungguh menyeramkan.

Di tahun 2017, iklan film terbaru Disney, Beauty and the Beast sangat sulit untuk dilewatkan. Meskipun banyak di antara kita yang melihat suatu iklan tersebut di banyak tempat yang familier-majalah poster, di dalam tayangan pratinjau untuk film-film keluarga lainnya-pelanggan Google Home disajikan promosi film tersebut dalam yang baru dan “Inovatif”. Iklan tersebut dimainkan secara tidak terduga oleh Google Assistant melalui perangkat Google Home. Sebagai contoh, ketika Google Assistant mengatakan selamat pagi, bersamaan dengan memberikan informasi yang diminta mengenai cuaca dan arus lalu linta, orang-orang yang sedang online diberi tahu mengenai film tersebut:

“Ngomong-ngomong, pertunjukan live-action Beauty and the Beast Disney tayang hari ini,” ujar Google Assistant. “Di dalam versi kisah kali ini, Belle adalah seorang penemu, bukan Maurice. Hal itu terdengar lebih benar jika Anda bertanyapada saya. Untuk hal-hal lainnya terkait film ini, tanyakan pada saya apa pun tentang Belle.”

Jadi. Sangat. Menyeramkan.

Pengguna Google Home tidak meminta informasi penayangan film terbaru di daerah mereka. Mereka tidak diberikan informasi tersebut seperti ketika meminta jam tayang sebuah film dan lokasinya. Informasi tersebut disajikan begitu saja.

Ketika dihadapkan pada pelanggan yang merasa tidak nyaman dengan suatu iklan tersebut, Google terlebih dulu merespon dengan mengatakan bahwa iklan tersebut bukanlah iklan sama sekali: “Ini bukanlah suatu iklan; sosok cantik pada Assistant-lah yang mengundang rekan-rekan kami untuk menjadi tamu dan membagikan kisah-kisah mereka.” Bahkan respons perusahaan terdengar seperti suatu iklan dari Beauty and the Beast! Sekarang hal tersebut merupakan penempatan produk! Pada akhirnya, fitur tersebut dihapus. Tampaknya walaupun orang-orang siap dengan pelayanan dari Google Home, mereka tidak menyukai iklan yang sangat tidak nyaman bersamaan dengan rutinitas pagi mereka.

Kita akan banyak membahas mengenai nilai dari pengumpulan dan penggunaan data secara tepat di dalam Unbranding, tetapi kembali di tahun 2012, target menggunakan pendekatan inovatif dalam pengumpulan data sediktit kelewatan. Salah satu ahli statistik mereka, Andrew Pole telah menemukan cara untuk menggunakan data yang dikumpulkan berdasarkan riwayat pembelanjaan, untuk mencari tahu apakah seorang pelanggan sedang hamil. Target yang menargetkan wanita yang sedang mengandung merupakan sesuatu yang bagus untuk bisnis-perusahaan dapat mengirimkan kupon dan promosi untuk keperluan calon bayi, dan membantu membangun kesetiaan terhadap brand dalam waktu yang bersamaan ketika pelanggan cenderung untuk membeli banyak barang baru dan melanggar kebiasaan berbelanja yang lama. Orangtua baru “kehabisan tenaga dan kewalahan serta pola belanja mereka dan kesetiaan mereka terhadap suatu brand dapat diperebutkan.” Banyak perusahaan mengetahui hal ini dan menjadikan orangtua baru target sejak saat bayi mereka lahir. Jika target mampu menjangkau mereka selama masa kehamilan, mereka akan mendapatkan lonjakan di dalam persaingan.

Baca Juga: Memilih dan Menggunakan Brand yang Anda Benci

Mr.Pole mengembangkan suatu program yang mampu mengambil data perbelanjaan dari banyak pelanggan dan mengidentifikasi “ada kurang lebih 25 produk yang apabila dianalisis secara bersamaan, memungkinkannya memberikan skor “prediksi ke hamilan” kepada masing-masing pembelanja. Lebih penting lagi, dia juga bisa membuat estimasi kapan pelanggan tersebut akan melahirkan ke dalam kumpulan data yang lebih ringkas sehingga mereka dapat mengirimkan kupon yang disesuaikan dengan tahapan-tahapan spesifik selama masa kehamilan.” Terlihat cukup tidak berbahaya bukan? Kecuali ada satu detail kecil yang terlewatkan-pertanyaannya apakah perempuan yang menjadi target pertanyaannya sudah atau belu memberitahukan keluarganya bahwa ia sedang mengandung-seperti suatu kasus ketika seorang ayah yang marah mendatangi Target dengan membawa seperangkat kupon berkaitan dengan kehamilan yang telah dikirimkan ke anak perempuannya yang masih remaja. Dia meminta untuk bicara dengan manajer terkait dan menuduh toko tersebut mendorong anak perempuannya untuk hamil. Setelah perdebatan panas, sang ayah pun berbicara kepada anak perempuannya, yang ternyata benar sedang mengandung, dan kemudian meminta maaf kepada manajer atas kemarahannya.

Inovasi digital telah membawa banyak perubahan yang tidak terhitung jumlahya di semua aspek kehidupan kita, kadan-kadang beradaptasi dengan perubahan tersebut dapat mejadi cukup menantang. Kita menerima bahwa Facebook dan platform lainnya mengetahui situs apa yang telah kita perhatikan selama ini, dan menargetkan iklan-iklan yang terkait. Kita berharap orang-orang memiliki telepon genggam didalam saku mereka dan karenya menuntut mereka untuk memberikan perhatian. Kita pergi ke banyak pesta dan acara, menyadari bahwa banyak foto akan diunggah ke internet. Hal-hal tersebut merupakan sesuatu yang sudah terbiasa bagi kita, dan sekarang berharap-tetapi tentu saja tdak dapat terjadi dalam sekejap, adaptasi terhadap perubahan memerlukan waktu. Meskipun kita mungkin saja tidak siap untuk mendengarkan suatu iklan dari pengeras suara Google Home kita, kita tentu saja mengajukan pertanyaan kepada benda mati dan kemudian benda tersebut berbicara balik kepada kita. Pelajaran untu kita disini adalah seiring dengan perubahan waktu-pastikan Anda tidak selangkah lebih maju dari pasar Anda dengan teknologi yang belum siap bagi mereka.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.