Seni Mempekerjakan Orang Lain

Mempekerjakan Orang

Sebagai seorang wiraswasta, Anda harus mempekerjakan orang lain. Beberapa bisnis membutuhkan lebih banyak karyawan daripada bisnis lainnya, dan bisa jadi Anda hanya membutuhka satu tim sistem atau tenaga lepas virtual. Itu tidak menjadi masalah; karyawan adalah karyawan, dan mungkin saja Anda mendapatkan karyawan yang buruk.

Sampai batas tertentu, hal itu tak terhindarkan dan menjadi bagian dari upaya membangun kultur bisnis Anda. Bagaimanapun juga, orang-orang bisa mengecawakan Anda. Mereka tidak mencapai yang Anda harapkan bisa mereka capai. Mereka terdengar hebat ketika berbicara, tetapi hasil kerjanya mengerikan. Anda harus menggali, menembus bebatuan sebelum menemukan intan.

Ya, begitu banyak pengusaha sukses menengok kembali pada kesalahan ini dan berharap mereka bisa melakukan pendekatan yang berbeda pada saat itu– bukan karena karyawan itu sendiri, melainkan karena penilaian buruk mereka saat merekrut karyawan– mempekerjakan orang atau “siapa pun”, bukan mencari seseorang yang tepat.

Anda Harus Mempekerjakan Orang Yang Anda Inginkan

Atau, seperti yang dikemukakan Ramet Chawla, “Anda harus mempekerjakan orang-orang yang Anda inginkan, bukan yang Anda butuhkan.”

Sebenarnya rekrutmen yang buruk bukan karena kerja karyawan itu buruk, melainkan orang yang mempekerjakannya. Kesalahan mempekerjakan seseorang muncul dari penilaian yang buruk; dan penilaian Anda yang buruk tidak hanya membuat Anda susah (karena memecat siapa pun, terutama kawan sendiri, itu menyakitkan), tetapi juga mengganggu bisnis Anda secara keseluruhan.

Baca Juga:
Jaime Master: Momen Ganjil Ketika Masalah Serius Muncul

Kerugian yang kasatmata dan tak kasatmata muncul gara-gara salah rekrut. Meskipun Anda tidak bisa menjamin setiap orang yang Anda rekrut akan menjadi karyawan yang hebat, Anda bisa memastika bahwa Anda tidak membangun tim berdasarkan penilaian yang buruk dan asal-asalan.

Ada seni dalam mempekerjakan orang, dan seni itu sedikit sekali hubungannya dengan orang yang dipekerjakan. Hal itu lebih berkaitan dengan kepastian bahwa Anda tidak memecatnya seminggu, sebulan, atau setahun kemudian. Ini adalah seni yang tidak mudah dikuasai, dan kesalahan yang sering dilakukan umumnya berkaitan dengan salah satu dari tiga topik ini: merekrut teman, memilih tenaga kerja yang murah, atau merekrut orang hebat.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.