Permasalahan Produk Baru Ketika Menjadi Pusat Perhatian Publik

permasalahan produk baru

Ide yang sangat baik di dunia marketing untuk memiliki produk atau jasa yang dapat dijual sebelum memfokuskan untuk menjualnnya. Hal ini mungkin saja terlihat jelas bagi Anda, tetapi ingat akal sehat tidaklah begitu umum. Banyak perusahaan langsung ke inti permasalahan produk baru di mana mereka merasa bahwa kesadara terhadap suatu produk adalah hal yang memisahkan merek dari kesuksesan. Merekan benar-benar percaya bahwa jika mereka adalah salah satu dari banyak hal yang digemari oleh Oprah, mereka akan menjadi jutawan. Kami banyak melihat hal ini ketika Alison menjalankan bisnisnya: banyak perusahaan yang memproduksi produk-produk berukuran kecil beranggapan bahwa mereka harus mendapatkan dukungan dari selebritas untuk membuat suatu pukulan besar.

Persoalannya adalah Anda perlu bersiap-siap untuk sukses. Jika tidak Anda sebaiknya pergi tanpa mendapat banyak perhatian kepada Anda. Ketika pelanggan Walmart memesan barang sejumlah 10.000 potong. Ketika situs Anda macet karena padatnya lalu lintas, ketika telepon Anda tidak berhenti berdering, Anda harus siap. Kesadaran terhadap suatu produk adalah hal yang penting untuk produk yang solid dan berkualitas. Tetapi tanpa bantuan logistik untuk mengantarkan, sorotan dapat membutakan. Tanyakan saja pada rekan-rekan yang menyelenggarakan dan memasarkan Festival Fyre.

Permasalahan Produk Baru Festival Fyre

Fyre, yang diselenggarakan sebagian oleh rapper Ja Rule, dijual ke pasar sebagai festival musik eksklusif kelas atas dengan harga tiket sekitar $1.000 dan $125.000. Seperti dengan bayangan Anda pada harga tiket tersebut, festival ini tidaklah dijual sebagai suatu konser luar ruang yang dipenuhi dengan ribuan anak remaja di tengah lapangan terbuka. Penyelenggara menjanjikan makanan mewah dan akomodasi serta kesempatan untuk berbaur dengan influencer dan model. Pihak marketing acara tersebut menggunakan endorsement selebritas di media sosial mulai dari figur-figur terkenal mengenakan bikini, seperti Kendall Jenner dan Bella Hadid.

Ketika akhir minggu tiba, tamu-tamu merasa diri mereka kurang begitu terkesan. Bukannya mendapati hal-hal seperti yang diiklankan, mereka malah menemukan kekacauan. Banyak pelanggan yang tersesar tanpa adanya transportasi yang layak dan menghadapi kemacetan panjang. Fasilitas pembuangan kotoran rusak di hari pertama dan banyak musisi yang membatalkan. Bukannya menemukan makanan mewah, mereka malah diberikan dua iris roti dan keju, tidak ada sesuatu untuk diminum (apalagi alkohol). Akomodasi kubah geodesik ramah lingkungan yang dijanjikan berakhir manjadi tenda-tenda bantuan pada saat bencana alam. Dan bahkan jumlahnya pun tidak cukup banyak.

Baca Juga: Tidur Siang Sebentar Senjata Rahasia Kebanyakan Para Seniman

Suatu cerita dari karyawan Fyre, Chloe Gordon, mengatakan kurangnnya perencanaan dan pengaturan, akomodasi yang tidak sesuai dengan standar, dan pantai yang dipenuhi dengan ikan hiu. Gordon menuliskan, “Penyelenggara tahu bahwa festival ini tidak akan memenuhi standar sesuai dengan apa yang telah mereka iklankan dan telah disarankan untuk menunda penyelenggaraan festival sampai tahun 2018. Keputusan tersebut malah diputakbalikkan saat seorang laki-laki dari tim marketing mengatakan,” Mari kita lakukan saja dan jadilah legenda, Bung.”

Sudah pasti ada tanda-tanda sebelumnya bahwa festival ini tidak akan berhasil, tetapi penyelenggara mengabaikannya dan tetap mempromosikan kegiatan tersebut. Ironisnya mungkin, teknologi yang membatu kegiatan festival ini menjual tiketnya juga digunakan untuk membagikan kisah horornya, dengan akun media sosial yang jumlahnya tidak terhitung membagikan foto dan bencana Fyre, real time. Legendaris, memang!

Saat kisah ini kami tulis, ada enam tuntutan hukum terhadap Fyre dari beragam isu. Satu tuntutan hukun kepada pendiri datang dari padangan asal Calorina Utar ayang telah membayar $4600 untuk villa VIP di Festival Bahamas. Namun seperti pembeli tiket lainnya, mereka tidak berhasil tiba di Exuma, terjebak di bandar udara Miami setelah Fyre memutuskan menutup kegiatan menyusul bencana di hari pertama. Tuntutan hukuman lainnya menyalahkan para influencer media sosial yang menyebutkan penyelenggara festival serta seratus influencer yang telah membantu promo Fyre. Satu pertarungan hukum lainnya adalah atas surat permohonan pemberhentian kegiatan yang dikirimkan oleh Fyre kepada mereka yang membagikan pengalaman pribadinya saat kegiatan berlangsung.

Pelajaran bagi kita di sini adalah sebelum mendapatkan perhatian dari pasar Anda, Anda harus memastikan bahwa Anda sudah siap menjadi pusat perhatian, sebelum membayar Bella Hadid atau Kendal Jenner (atau siapa pun yang terkenal di Instagram Anda). Permasalahan produk baru dan pelayanan yang buruk bukanlah sesuatu yang membuat Anda sulit dilupakan. Jika saja Fyre memulainya dari skala kecil, Fyre mungkin saja mampu memperbaiki masalah logistik mereka dan mengatasi masalahnya sebelum dunia menyaksikan semua itu. Semua perusahaan baru pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi Anda dapat memutuskan untuk memperbaikinya terlebih dahulu dalam skala kecil. Namun demikian jika Anda serakah, kesalahan tersebut dapat berakhir sebagai sesuatu yang populer di seluruh dunia.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.