Pemasaran Secara Etis – Pakailah Gambar Anda Sendiri

pemasaran secara etis

Sering kali, kita bahkan nyaris tidak memperhatikannya. Saat kita duduk di restoran atau pujasera, foto-foto yang tergantung di dinding seperti berpadu dengan latar belakangnnya, bukan begitu? Foto-foto tersebut terdiri dari gambar banyak orang yang terlalu senang menikmati makanan dan percakapannya, versi yang disiapkan dengan sempurna dari burger yang sedang kita makan, dan lukisan pemandangan untuk menciptakan tema Itali atau Prancis. Foto-foto tersebut dibuat dengan susah payah dan dipilih oleh pemilik dan juga desainer yang membuat restoran tersebut, bersamaan dengan menu dan logonya untuk tujuan pemasaran secara etis.

Bayangkan sejenak apa yang Anda lakukan jika suatu hari saat sedang keluar untuk memesan burger atau burito, Anda melihat ke dinding di samping Anda dan melihat wajah Anda sendiri, tersenyum ke arah Anda. Sekarang bayangkan bukannya Anda merasa seperti seorang model dan memamerkannya kepada rekan-rekan Anda, Anda justru merasa tidak nyaman dengan foto tersebut. Bahkan, Anda dapat mengingat saat berada di restoran dan seseorang mengambil gambar Anda, kemudian Anda menolak untuk menandatangani dokumen yang mengizinkan perusahaan untuk menggunakannya sebagai pemasaran secara etis. Kami membayangkan Anda akan sangat marah.

Seorang wanita asal California yang melihat wajahnya di Chitpole baru saja melakukannya-dia sangat marah. Dia melihat dirinya berada di dinding Chitpole tanpa meminta persetujuannya, dan dia menuntut restoran tersebut sebesar $2,2 miliar. Setelah foto itu diambil di tahun 2006, sang fotografer telah melakukan pendekatann pada wanita tersebut dan meminta izin untuk menggunakan fotonya dalam materi marketing miliknya, dan dia menolak untuk menandatangani dokumen pelepasan hak cipta pemasaran secara etis foto tersebut. Sang fotografer pun menawarkan foto itu ke Chitpole yang tidak repot-repot memeriksan dokumen pelepasan dan bergegas menggunakan foto tersebut, setelah sebelumnya mengedit rambut wanita itu dan menambahkan botol bir ke dalamnya. Wanita tersebut menyatakan dengan menambahkan minuman “Chitpole memberikan informasi palsu terhadap karakter dirinya yang diasosiasikan dengan konsumsi minuman beralkohol.”

Baca Juga: Berbagi Pandangan Berbeda Dengan Orang Lain

Praktik pemasaran secara etis penting untuk bisnis yang baik. Kami melihat terlalu banyak orang setiap harinya mengaburkan batas antara apa yang benar dengan apa yang salah, semuanya dilakukan atas nama menjual produk. Beberapa orang menggunakan gambar orang-orang terkenal dan selebritas atau kata-kata mereka tanpa permisi dan kompensasi yang pantas. Kami mohon Anda untuk mendapatkan quotation dan memberikan kompensasi secara pantas atas gambar-gambar mereka. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun perusahaan dan brand beradab yang dipercaya oleh banyak orang, dan hanya satu gambar curian yang dapat menodai nama baik itu. Pelajaran untuk kita dari contoh Chitpole tadi adalah bahwa era disruptif tidak menawarkan alat apa pun untuk memperbaiki etika yang telah rusak atau mengubah betapa berharganya mereka. Restoran tadi seharusnya perlu memastikan bahwa gambar-gambar yang mereka miliki digunakan dengan persetujuan . Kuota etika Anda tidak diperbarui setiap kuarter, dan kepercayaan palanggan Anda bukanlah sumber daya yang dapat diperbarui.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.