Mengubah Pikiran Kita, Itu Tanda Kamu Hidup

mengubah pikiran kita

Aku pernah membaca sebuah artikel surat kabar tentang perubahan iklim dan seorang yang sempat apatis berkata, “Kalau kamu tidak pernah mengubah pikiran kita, pikiranmu tentang sesuatu, cubiti dirimu sendiri; mungkin kamu telah mati.”

“Ujian kecerdasan tingkat-pertama adalah kemampuan untuk memegang dua gagasan bertentangan dalam benak di waktu bersamaan, masih memegang kemampuan untuk berfungsi. Sebagai contoh, kita semestinya mampu untuk melihat bahwa hal-hal tertentu tak ada gunannya tetapi bersikukuh untuk menjadikannya sebaliknya.”

-F. Scott Fitzgerald

Kapan terakhir kali kamu mengubah pikiran mu tentang suatu hal? Kita takut untuk mengubah pikiran kita karena kita takut akan konsekuensi dari mengubah pikiran kita. Apa yang akan dipikirkan orang-orang?

Di negeri ini, kamu diharuskan memiliki gagasan, lalu bertahan dengannya dan membelanya mati-matian. Lihatlah dalam situasi politik kita, sebagai contoh. Ketika seorang politisi mengubah pikiran mereka secara publik, ia menjadi tanda kelemahan. Tanda kekalahan. Dan kamu tidak ingin sering mengubah kita dan pikiran mu karena, amit-amit, kamu akan dianggap sebagai orang yang plin-plan.

Media sosial telah mengubah pikiran kita semua menjadi politisi. Dan brand. Semua orang seakan mesti menjadi suatu brand sekarang, dan hal terburuk di dunia adalah tidak memiliki brand.

Baca Juga: Karya Seni Adalah Untuk Kehidupan (Bukan Sebaliknya)

Namun, memilih satu brand berarti harus 100 persen yakin akan diri kita dan pekerjaan kita, dan kepastian, dalam seni dan dalam kehidupan, bukan saja dipandang berlebihan, tetapi juga merupakan penghalang bagi penemuan.

Ketidakpastian adalah dasar berkembangnya seni. Sang penulis Donald Berthelme berkata bahwa tabiat alami seorang seniman adalah ketidaktahuan. John Cage berkata bahwa ketika tidak bekerja, dia merasa mengetahui sesuatu, tetapi ketika dirinya bekerja, jelaslah bahwa dia tidak tahu apa pun. “Bisa dibilang inilah pekerjaanku,” ucap seorang penulis skenario Charlie Kaufman. “Aku duduk di meja kerjaku dan aku tidak tahu apa yang mesti dilakukan.”

“Aku membuat penjelajahan. Aku tidak tahu ke mana hal itu akan membawaku.”

-Marshall McLuhan

Kamu memulai setiap pekerjaan tanpa mengetahui ke mana kamu akan pergi atau ke mana kamu akan berakhir. “Seni adalah bentuk tertinggi dari harapan,” ucap sang pelukis Gerhard Richter. Namun, harapan bukanlah tentang mengetahui bagaimana hal-hal akan berjalan-ia adalah bergerak maju dalam menghadapi ketidakpastian. Ia merupakan cara menangani ketidakpastian. “Harapan adalah merangkul ketidaktahuan dan yang tak mungkin diketahui,” tulis Rebecca Solnit. Untuk mempunyai harapan, kamu harus mengakui bahwa kamu tidak tahu segalanya dan kamu tidak tahu apa yang akan terjadi. Hanya satu-satunya cara untuk terus bergerak maju dan satu-satunya cara untuk terus berkarya: untuk terbuka pada kemungkinan dan membiarkan dirimu untuk berubah.

Tentu saja, untuk mengubah pikiranmu menuntutmu untuk berpikir sungguh-sungguh. Berpikir membutuhkan sebuah lingkungan tempat kamu mnguji berbagai macam ide dan tanpa dihakimi. Untuk mengubah pikiranmu, kamu memerlukan sebuah tempat yang baik untuk memiliki ide-ide buruk.

Sayangnya, internet tidak lagi menjadi sebuah tempat yang aman untuk melakukan pemikiran eskperimental apa pun, khususnya bagi seseorang dengan penonton atau memiliki “brand” apa pun. (Kata yang sungguh mengerikan! Seakan-akan kita semua adalah hewan ternak dengan tato pemilik yang dibakar ke tubuh kita.)

Tidak tahu kalau kamu ingin mengubah pikiranmu, kamu mungkin harus menanggalkan sebuah brand, dan offline adalah tempat untuk melepaskan brand itu. Markas ketenangananmu, studiomu, makalah, ruang chat pribadi, ruang keluarga yang penuh dengan orang-orang terdekat: Itulah tempat-tempat untuk benar-benar berpikir.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.