Mengelola dan Memilih Konten

memilih konten

Selama bertahun-tahun, kami telah berjuang melawan praktik penggunaan berita suatu peristiwa tragis sebagai inspirasi yang menggugah clickbait untuk mendorong audiens Anda membuka dan memilih konten Anda. Kami melihat praktik tersebut sangat malas dan bercita rasa buruk. Ketika tokoh masyarakat mati, ketika ada keadaan darurat atau bencana alam, tugas Anda sebagai suatu brand adalah untuk mengekspresikan belasungkawa, menawarkan pertolongan, atau diam. Karena popularitas suatu kata membuatnya berada di daftar atas pencarian kata, seperti fitur kisah terbaik pada Twitter sebagai contoh,banyak brand akan menggunakan kata itu di dalam judul pemberitaan mereka, membuat banyak orang melihat, meng-klik dan memilih konten mereka.

Memilih Konten Penderitaan Orang Lain

Ketika tayangan telvisi berada di puncaknya, kita sering melihat kisah seperti “Apa yang dapat diajarkan oleh Breaking Bad tentang Berinvestasi kepada Kita” atau “Tujuh Pelajaran Manajemen dari The Walking Dead.” Ketika Gene Wilder meninggal dunia, kita menemukan beberapa artikel tentang “Bagaimana Mengelola seperti Willie Wonka” seperti yang ada pada halaman 30.

Dan setiap hari (serius) kita dikirimkan screenshots seperti yang ada pada halaman berikut ini dari Gap.

Menjijikan. Menggunakan penderitaan orang lain, bahkan ketika penderitaan itu sesuatu yang sangat populer, adalah sesuatu yang buruk untuk bisnis. Titik.

Kami memahami penggunaan kalender untuk mengelola dan memilih konten. Kami mengerti bahwa hari-hari raya seperti Valentine dan Haloween dapat membentuk sesuat yang akan kita tulis, dan lebih penting lagi, sesuatu yang akan orang-orang cari. Namun demikian, kontennya harus ada terlebih dahulu. Kontennya harus bagus agar dapat memiliki nilai, dan kami percaya konten harus sesuatu yang baik. Setelah tiga faktor tersebut dipenuhi, lihatlah kalender Anda.

Baca Juga: Suatu Iklan yang Creepy Disruptif

Permasalahannya adalah, tahun ini, kita di-newsjacked, sesuatu yang kami janjikan pada diri kami sendiri untuk tidak melakukannya. Ketika suatu kisah tentang seorang laki-laki yang dipaksa keluar dari penerbangan maskapai United Airlines menjadi pemberitaan, kami tidak hanya berbagi kisah, kami juga merekam sebuah episode darurat di UnPodcast dan mebagikannya di hari itu. Episode itu salah satu episode paling populer kami. Apakah kami merasa memiliki sesuatu yang baik, bernilai, dan baik utnuk ditambahkan ke dalam percakapan? Ya. Apakah kami ingin berada di depan dan menjadi pusat percakapan? Ya. Apakah kami mendapat banyak pendengar karena penderitaan seseorang? Ya. Dan kami merasa tidak bangga karena bagian akhirn tersebut. Bagi kami pelajarannya di sini adalah tentang sesuatu yang absolut dalam bisnis. Mungkin menggunakan kisah pemberitaan bukanlah kebiasaan yang baik, tapi bagi kami dalam hal ini, kami merasa menggunakan kisah pembertiaan bermanfaat untuk audiens kami dan bisnis kami. Anda harus mulai membuat keputusan yang sulit seperti ini setiap hari, jadi tolong putuskan dengan hati-hati ke mana Anda akan menjatuhkan pilihan.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.