Menciptakan Rutinitas Harian

rutinitas harian

“Mengandalkan pada kerajinan tangan dan rutinitas harian terdengar jauh kurang seksi dari menjadi genius artistik. Namun, itu strategi hebat agar menjadi sinting.”

-Christoph Niemann

Rutinitas harian kan membantumu melewatkan hari dan memanfaatkannya sebaik mungkin. “Sebuah jadwal menghindarkan kita dari kekacauan dan ketidakpastian,” tulis Annie Dillard. “Ia merupakan jangkar untuk menagkap hari-hari.” Ketika kamu tidak tahu apa yang mesti dilakukan selanjutnya, rutinitasmlah yang akan memberitahumu.

Akan ada hari-hari baik dan hari-hari buruk. Hari-hari ketika kamu merasa terinspirasi dan hari-hari ketika kamu merasa ingin melompat dari jembatan. (Dan hari-hari ketika kamu tidak bisa membedakan antara keduanya.)

Ketika kamu tidak memiliki banyak waktu, rutinitas harian akan membantumu memanfaatkan waktu terbatas yang kami miliki. Ketika kamu memiliki banyak kelonggaran waktu, rutinitas membantumu memastikan kamu tidak menyia-nyiakannya. Aku menulis selagi menekuni pekerjaan kantoran, menulis purna-waktu dari rumah, dan menulis selagi mengurus anak-anak kecil. Rahasia untuk menulis dengan semua kondisi itu adalah denga memiliki sebuah jadwal dan menepatinya.

menciptakan rutinitas harian

Rutinitas Harian Yang Terdengar Seperti Sebuah Kungkungan

Dalam bukunya, Daily Rituals, Mason Currey mengelompokan rutinitas harian dari 161 individu kreatif: saat mereka bangun, saat merka bekerja, apa yang mereka makan, apa yang mereka minum, bagaimana mereka mengulur waktu, dan lebih banyak lagi. Karyanya merupakan sebuah kolase liar dari perilaku manusia. Membaca tentang kebiasaan seorang penulis saja bagaikan mengunjungi sebuah kebuh binatang bagi manusia. Kafka menulis hingga tengah malam sementara keluarganya tertidur pulas. Plath menulis di pagi hari sebelum anak-anaknya terbangun. Balzac menegak lima puluh cangkir kopi setiap harinya. Goethe mengendus apel-apel busuk. Steinback harus meraut dua belas batang pensil sebelum mulai bekerja.

Baca Juga: Sehari Demi Setiap Hari

Memang menyenangkan untuk membaca tentang rutinitas dan ritual dari orang-orang kreatif, tetapi setelah beberapa saat, menjadi jelas bahwa tidak ada rutinitas yang sempurna dan universal bagi pekerjaan kreatif. “Rutinitas harian kita merupakan kumpulan yang sangat aneh dari berbagai kompromi, dorongan mental, dan takhayul,” Currey menulis, “yang dibangun melalui coba-coba dan dipengaruhi oleh berbagai kondisi eksternal.” Kamu tidak bisa meminjam rutinitas harian seniman favoritmu begitu saja dan berharap itu akan cocok untukmu. Hari setiap orang itu dipenuhi dengan berbagai tanggung jawab–pekerjaan, keluarga, kehidupan sosial–dan setiap orang kreatif mempunyai waktu yang berbeda.

Untuk menciptkan rutinitasmu sendiri, kamu harus mengkhususkan waktu untuk mengamati hari-harimu dan suasana hatimu. Di manakah waktu luang jadwalmu? Apa yang bisa kamu pangkas dari harimu untuk menyediakan waktu? Apakah kamu bangun diawal pagi atau biasa begadang semalaman? (Aku mengenal beberapa orang yang senang bekerja di sore hari. “Aku membenci waktu bajingan ini, baik pagi maupun malam,” tulis Charlie Dickens.) Adakah ritual-ritual konyol atau takhayul yang bisa memacu kreatvitasmu? (Aku menulis kata-kata ini dengan pensil, yang dilukis menyerupai sebatang rokok, menggantung dari bibirku.)

menciptakan rutinitas harian

Kurasa bagi sebagian orang, rutinitas harian yang kaku terdengar seperti sebuah kungkungan. Namun bukankah kita semua bisa dipandang, “sedang menunaikan masa waktu kita?” Ketika penyanyi rap Lil Wayne mendekam di penjara, aku mendapati diriku merasa iri terhadap rutinitas hariannya, yang meliputi bangun pukul 11 siang, minum kopi, membuat sejumlah panggilan telepon, mandi, membaca surat-surat dari penggemar, menyantap makan siang, membuat beberapa panggilan telepon, membaca, menulis, manyantap makan malam, melakukan push-up, mendengarkan radio, membaca, dan tidur. “Ya ampun, aku yakin aku bisa banyak menulis kalau aku mendekam di penjara,” gurauku kepada istriku. (Saat aku mengunjungi Alcatraz, aku memandang tempat itu bisa menjadi sebuah koloni bagi penulis yang sempurna. Sungguh pemandangan yang luar biasa!)

Sedikit kungkungan–jika itu yang kamu ciptakan sendiri–bisa saja membebaskanmu. Alih-alih membatasi kebebasanmu, sebuah rutinitas bisa memberimu kebebasan dengan melindungimu dari pasang surut kehidupan dan membantumu mengambil manfaat yang dari waktumu yang terbatas, juga energi dan bakatmu. Sebuah rutinitas yang mengukuhkan kebiasaan baik yang bisa memandumu menuju karya terbaikmu.

Yang terbaik dari semua, menurutku, adalh jika hari-harimu memiliki bentuk yang nyaris sama, maka hari-hari yang memiliki bentuk berbeda akan menjadi lebih menarik. Tidak ada yang mampu menandingi meloloskan diri dari penjara, dan membolos tidak akan seru jika kamu tidak pernah bersekolah.

Muatan dari rutinitas harianmu tidak begitu penting. Yang penting adalah rutinitas itu ada. Rangkailah rutinitasmu sendiri, berusahalah sering-sering menepatinya, bebaskan diri darinya sekali waktu untuk bersenang-senang, dan modifikasi itu bisa dipandang perlu.

“Rasa pengarku akibat mabuk sudah dijadwalkan dari setahun sebelumnya.”

-John Waters

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.