Memelihara Kebiasaan – Pizza Yang Menyelamatkan Kehidupan

memelihara kebiasaan

Memelihara kebiasaan merupakan tujuan akhir dari membangun kesetiaan pelanggan. Tanyakan saja kafe yang biasa anda kunjungi untuk membeli kopi di pagi hari atau toko penjual makanan peliharaan setempat yang sering Anda datangi dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumah setiap hari Selasa. Kebiasaan menyediakan makanan bagi masyarakat. Anda dapat mengenal pemiliknya, pelanggan lain, dan rekan sesama pengusaha yang bekerja di kedai kopi setempat.

Orang tua kita sangat hebat dalam melakukan hal ini. Ibunda Alison dapat memberi tahu Anda tentang semua petugas toko buku yang dapat memberikan rekomendasi terbaik dan karyawan Tim Horton yang dapat membuatkan kopi bahkan sebelum ia memesannya. Kebiasaan memberikan nilai untuk keduanya, bisnis dan pelanggan. Hal ini merupakan salah satu hal yang cukup sulit untuk ditiru oleh dunia online dari kehadiran fisik.

Baca Juga: Membuat Hadiah Mendekatkan Kita Dengan Bakat Kita

Salah satu contoh memelihara kebiasaan yang menjadi kesukaan kami tahun ini datang dari Domino’s Pizza. Anda mungkin saja memiliki satu tempat yang selalu Anda pesan. Lain kali Anda melakukannya, coba pikirkan bagaimana “tempat itu” menjadi “tempat bagi Anda” dan ingat faktor loyalitas di bab sebelumnya (kenyamanan, biaya, kemudahan, dan konvergensi). Kami selalu memesan dari Gino’s Pizza kapan pun teman kami dan Jay, kontraktor luar biasa kami datang berkunjung. Anak-anak menyukai Jay, tetapi mereka juga tahu bahwa apabila mobil Jay ada di parkiran berarti pizza untuk makan malam. Jay = Pizza = kegembiraan.

Memelihara Kebiasaan Pelanggan Langganan

Ketika pekerja di Oregon Domino’s menyadari bahwa pelanggan langganan dengan kondisi kesehatan khusus memesan makanan dalam waktu yang tidak biasa, para staf merasa khawatir. Mereka memutuskan untuk melakukan sesuatu dan mengirimkan petugas delivery untuk memerikasanya. “Ketika pengemudi datang, dia melihat lampu menyala dan mendengar suara TV, tetapi tidak satu pun yang membukakan pintu dan telepon pun langsung terhubung ke kotak suara. Dia menelepon bantuan, dan saat tim paramedis tiba, mereka mendapati pelanggan tersebut telah terbaring di lantai di dalam rumahnya. Mereka yakin ia telah terkena serangan stroke, tetapi tidak jelas kapan ia terserang.”

Menyelamatkan hidupnya. Manajer pun datang mengunjunginya ke rumah sakit, berkata, “Saya kira kami hanya melakuka pekerjaan kamu, memeriksa seseorang yang kami tahu sering memesan. Kami merasa bahwa kami harus melakukan sesuatu.”

Perhatian semacam itu bagi pelanggan dan untuk manusia lainnya adalah sesuatu yang harus sering kita lakukan. Ini lebih dari sekedar pelajaran tentang branding; ini merupakan pelajaran tentang bagaimana kita harus peduli terhadap orang lain. Memelihara kebiasaan adalah tentang memelihara masyarakat dan hal ini tidak bisa dan tidak harus menjadi suatu kampanye-ini harus menjadi cara kita hidup.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.