Membuat Daftar

membuat daftar

“Aku menyusun dan membuat daftar untuk menjaga tingkat kegelisahanku. Jika aku menulis lima belas hal untuk dilakukan, aku akan kehilangan rasa yang samar dan menggangu bahwa ada begitu banyak hal yang harus dikerjakan, yang semuanya nyaris terlupakan”

-Mary Roach

Daftar menghadirkan keteraturan pada semesta yang kacau. Aku senang membuat daftar. Setiap kali aku butuh kejelasan dalam hidupku, aku membuat daftar. Sebuah daftar mendorong seluruh gagasan keluar dari benakmu dan menjernihkan ruang batinmu sehingga kamu benar-benar mampu melakukan sesuatu tentangnya.

Ketika kewalahan, aku selalu kembali pada daftar rencana lamaku. Aku membuat daftar besar akan segala hal yang perlu diselesaikan, aku memilih hal paling mendesak untuk dikerjakan , dan aku mengerjakannya. Kemudian aku mencoretnya dari daftarku dan memilih hal lain untuk dilakukan. Ulangi.

Beberapa seniman favoritku membuat daftar “rencana gambar”. David Shrigley akan membuat sebuah daftar besar berisi lima puluh hal untuk digambar selama seminggu ke depan. Memiliki daftar itu berarti dia tak perlu menghabiskan waktu di studio untuk mencemaskan tentang apa yang mesti dibuat. “Hal sederhana yang kupelajari selama bertahun-tahun ini adalah untuk sekedar memiliki titik awal dan begitu kamu memiliki titik awal, pekerjaan itu seakan mewujud sendiri,” ujarnya.

buat daftar

Leonardo Da Vinci Membuat Daftar “Rencana Belajar”

Leonardo Da Vinci membuat daftar “rencana belajar”. Dia bangun di pagi hari dan menuliskan segala hal yang ingin dipelajarinya di hari itu.

Begitu ada sesuatu yang ingin kulakukan di masa depan tetapi tidak memiliki waktu untuk melakukannya saat ini, aku menambahkannya pada sebuah daftar yang disebut oleh pakar produktivitas, David Allen, sebagai daftar “Suatu Hari/Barangkali”. Penulis Steven Johnson melakukan hal serupa dalam sebuah dokumen yang disebutnya “arsip ide”–setiap kali memiliki sebuah ide, dia akan menambahkannya ke sebuah arsip, kemudian dia akan mengunjungi kembali daftar tersebut setiap dua bulan.

Baca Juga: Menciptakan Rutinitas Harian

Terkadang penting juga untuk membuat daftar hal-hal yang tidak ingin kamu lakukan. Band musik punk Wire tidak pernah bisa besepakat pada hal-hal yang mereka tidak sukai. Maka, pada 1977, mereka duduk dan membuat daftar aturan: “Tidak ada tampil solo; tidak ada dekorasi; saat liriknya usai, penampilan berhenti; kita tidak memanjangkan chorus; tidak ada penampilan rock yang berlebihan; jaga penampilan; tidak membawa muatan Amerika.” Daftar itu mendefiniskan musik mereka.

Saat aku butuh membuat keputusan, ada daftar pro-dan-kontra. Pada 1772, Benjamin Franklin menjelaskan kepada sahabatnya, Joseph Priestly: “bagi setengah lembar kertas dengan garis menjadi dua kolom.Tulis satu kolom Pro, dan satu lagi kontra.” Ketika Charles darwin memutuskan menikah atau tidak, dia membuat daftar pro-dan-kontra.

Ketika aku merasa buntu di pagi hari dan aku tak tahu apa yang mesti kutulis dalam diary-ku, aku akan mengubah daftar pro-dan-kontranya. Aku akan menggambarkan garis sepanjang tengah lembar, dan disatu kolom aku akan mengurutkan hal-hal yang kusyukuri, sementara di kolom satu lagi, aku menuliskan bantuan yang kuperlukan. Itu merupakan kertas permohonan.

“Sebuah daftar merupakan sebuah kumpulan dengan tujuan,” tulis seorang perangcang Adam Savage. Aku senang sekali merenung di pengujung tahun dan melihat tempat yang pernah kudatangi, maka aku akan membuat daftar “100 Peringkat Teratas” dari perjalanan favoritku, kejadian dalam hidup, buku-buku, album-album musik, film-film, dan lain sebagainya. Aku mencuri praktik ini dari seorang kartunis John Porcellino, yang menerbitkan “40 Peringkat Teratas”–daftar gaya dalam buletin daringnya, King-Cat. (Dia, juga, merupakan seorang yang gemar membuat daftar, dia menyimpan daftar panjang cerita-cerita dan ide -ide gambar untuk buletin tersebut dia benar-benar duduk untuk menggambarnya.) Setiap daftar bagai sebuah diary terorganisir di tahun itu. Aku merasa terhibur bisa mengamati tahun-tahun sebelumnya, melihat apa yang telah berubah dan apa yang belum.

Ketika aku merasa perlu menjaga kebutuhan spiritualku, aku membuat Sepuluh Perintah versiku sendiri. Sebuah daftar “Kewajiban” dan Larangan. Bila dipikir-pikir kembali, buku ini merupakan salah satunya.

buat daftar (1)

“Daftarmu adalah masa lalumu dan masa depanmu. Bawalah sepanjang waktu. Susun prioritas: hari nin, minggu ini, dan pada akhirnya. Suatu hari kamu mungkin akan mati masih dengan poin-poin rencana di dalam daftarmu, tetapi untuk saat ini, selagi kamu hidup, daftarmu akan membantumu memprioritaskan apa yang bisa dikerjakan dengan waktumu yang terbatas.”

-Tom Sachs

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.