Media Sosial-Pengakuan Seorang Lelaki Tua yang Pemarah

media sosial

Digiday.com menerbitkan sebuah series keren bernama “Confenssions” di mana mereka melakukan wawancara secara anonim dengan seseorang di industri tertentu yang berkaitan dengan marketing dan media sosial. Artikel-artikelnya selalu menarik untuk dibaca, dan kami menyukainya. Baru-baru ini satu artikel yang menampilkan seorang Chief Marketing Officer dari industri keuangan menarik perhatian kami.

Scott telah lama menjadi pembicara utama di banyak konferensi industri keuangan, dan kami melihat industri keuangan menawarkan beberapa isu yang unik, khususnya yang terhubung dengan inovasi digital dan media sosial.

Hal pertama, isu keamanan selalu paling utama dan mengemuka. Mata pencaharian dan tabungan masyarakat bukanlah sesuatu yang bisa dikelola dengan mudah, khususnya secara online di mana informasi dapat dibagikan, dicuri, dan/atau disalahgunakan. Seperti inovasi yang kita bicarakan dari sudut pandang positif, adalah penting untuk mengingat bahwa perbaikan serba cepat yang sama yang dapat kita gunakan untuk kebaikan juga membawa resiko yang tidak dapat dipisahkan.

Kedua, industri keungan berhadapan dengan sejumlah kendala di seputar kerahasiaan informasi dan peraturan yang mengatur mengenai “saran keuangan”-dengan siapa kerahasiaan informasi dapat dibagikan dan tanggung jawab entitas yang membagikannya serta peraturan pemerintah yang mengatur tentang informasi dan perdagangan melalui orang dalam. Kami melihat bahwa sejalan dengan kendala-kendala nyata ini muncul juga kendala yang dirasakan, mengingat bahwa banyak orang di platform sosial tidak membicarakan informasi tingkat yang terperinci. Sebaliknya mereka berbagi video kucing dan membicarakan anak-anak mereka. Media sosial kurang berfungsi untuk membagikan informasi dan saran keuangan personal dan lebih banyak tentang membangun pengetahuan dan kepercayaan secara umum.

Salah satu pelajaran yang dapat kita petik dari mereka yang bekerja di industri keungan dan menciptakan masyarakat serta membangun kepercayaan secara online adalah bagaimana mengelola kendala yang nyata sambil tetap memberikan manfaat dari inovasi digital. Seperti yang sudah kami sebutkan sebelumnya mayoritas percakapan online merupakan percakapan pasif tentang hal-hal yang universal: pengasuh anak, lalu lintas, pengalaman bagaimana kita diperlakukan sebagai pelanggan, kopi, anggur dan apa yang kita konsumsi untuk makan siang. Kita tidak membangun masyarakat yang membagikan aplikasi keuangan terbaru yang kita jual.

Ngomong-ngomong, CMO keuangan anonim kami memberikan banyak hal untuk dipikirkan.

Q: Kesalahan paling besar apa yang dilakukan orang di industri marketing?

A: Saya pikir orang-orang di sekolah-sekolah mereka-kebanyakan MBA-nya-telah diajarkan gagasan tentang gangguan dalam periklanan ini. Ini dilakukan sedemikian rupa sehingga mereka tidak menyadari bahwa marketing bukan tentang menggangu kehidupan orang. Ini tentang melibatkan mereka dalam fenomena sosial atau budaya. Hal yang salah adalah seseorang benar-benar peduli dengan brand Anda.

Semantik! Saya tidak yakin kita berdua sedang membicarakan topik yang sama ketika kita berkata “disruptif”. Kami tidak bermaksud mengganggu; seluruh premis Unmarketing dimulai dengan berpaling dari marketing kepada orang-orang dengan cara yang mereka benci untuk dipasarkan. Bagi kami, marketing yang mengganggu tidak sama dengan panggilan dingin yang diterima saat makan malam; ini tentang cara-cara baru untuk menjangkau pelanggan kami yang mengubah atau mengganggu cara kami memasarkan secara umum.

Pages: 1 2

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.