Ketika Passion Menjadi Sebuah Pekerjaan Tetap

sebuah pekerjaan tetap

“Hobi” Sama Dengan Sebuah Pekerjaan Tetap

Dulu kita biasa memiliki hobi; sekarang kita memiliki “pekerjaan sampingan”. Begitu keadaan semakin memburuk di Amerika, begitu jaring pengaman mulai sobek, dan begitu pekerjaan yang mapan terus-menerus menghilang, aktivitas-aktivitas waktu luang yang dahulu biasa menenangkan kita dan mengalihkan pikiran kita dari pekerjaan dan menambah makna dalam hidup kita kini dihadirkan kepada kita sebagai sebuah pekerjaan tetap yang potensial, atau jalan untuk meghindarkan diri dari pekerjaan tradisional.

Aku teramat beruntung saat ini. Bisa dikatakan, aku menjalani mimpi karena aku mendapatkan bayaran untuk melakukan hal yang tetap akan kulakukan secara cuma-cuma. Namun, keadaannya bisa jadi amat rumit ketika kamu mengubah hal yang kamu senangi menjadi sesuatu yang memenuhi kebutuhan sandang dan pangan keluargamu. Semua orang yang mengubah passion mereka menjadi sumber mata pencarian menyadari bahwa hal itu merupakan teritori yang berbahaya. Salah satu cara termudah untuk membenci sesuatu yang kamu senangi adalah dengan mengubahnya jadi mata pencarianmu: mengambil sesuatu yang mampu menghidupimu secara spiritual dan mengubahnya menjadi sesuatu yang mampu menghidupimu secara harfiah.

Kamu harus mawas akan dampak potensial dengan menguangkan passion-mu terhadap kehidupanmu. Kamu mungkin mendapati bahwa kondisimu akan lebih baik dengan sebuah pekerjaan tetap.

Begitu kamu mulai menerima penghasilan dari pekerjaanmu, hindari dorongan untuk menguangkan setiap hal kecil dari praktik kreatifmu. Pastikan setidaknya ada bagian kecil dari dirimu yang tidak tersentuk oleh pasar. Bagian kecil yang kamu simpan untuk dirimu sendiri.

Secara ekonomi, situasinya selalu sulit bagi para seniman dan pekerja lepas, jadi rumuskan jenis gaya hidup yang ingin kamu jalankan, anggarkan pengeluaranmu, dan buat garis pemisah antara apa yang ingin dan tak ingin kamu lakukan untuk uang.

Dan ingatlah: Jika kamu menginginkan kebebasan artistik maksimal, jaga beban biayamu. Kehidupan kreatif yang bebas bukanlah tentang hidup dalam kemampuan penghasilanmu, melainkan tentang kemampuan hidup di bawah penghasilanmu.

“Kerjakan apa yang kau senangi!” seru para pembicara motivasi. Namun, menurutku siapa pun yang menyuruh orang-orang untuk mengerjakan apa yang mereka senangi juga harus mengajari mereka materi tentang pengelolaan keuangan.

“Kerjakan apa yang kamu senangi” + biaya rendah = kehidupan yang baik.

“Kerjakan apa yang kamu senangi” + “Aku pantas mendapatkan barang-barang berkualitas tinggi” = bom waktu.

“Alangkah baiknya memiliki sebuah hobi yang tak bisa diuangkan … Maka ikutilah mimpi-mimpimu, tetapi hanya sampai titik saat hal-hal itu menjadi sebuah pekerjaan tetap, lalu berlarilah ke arah yang lain.”

-David Rees

Pages: 1 2

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.