Ketika Opsi Mempekerjakan Orang Murah Sama Sekali Tidak Murah

mempekerjakan orang

Sebagai pendiri Fueled, salah satu agen aplikasi paling heboh dan cepat pertumbuhannya di New York, Rameet mempekerjakan orang berbakat dalam beberapa tahun terakhir. Ketika mendengar dia bercerita panjang lebar, saya terpana oleh salah satu bagian dari kisahnya.
“Saya meyakini strategi mempekerjakan orang-orang yang lebih baik daripada saya dan dikelilingi orang-orang yang lebih cerdas, seperti yang saya lakukan untuk layanan utama kami, yaitu desain dan pengembangan. Tapi untuk menekan pengeluaran operasional, saya mempekerjakan sumber daya yang lebih murah (seperti karyawan magang) untuk operasi perusahaan dan manajemen administrasi kami.”

Sekali lagi, saya yakin Anda bisa memahami dan mengapresiasi jalan pikiran Rameet, karena memang ada peran-peran tertentu yang tidak terlalu esensial dalam bisnis. Bukan berarti mereka tidak penting, tetapi pekerjaan mereka tidak urgen. Sebagian memang benar, sampai Anda mulai mengungkap tingginya pengeluaran yang berkaitan dengan sumber daya yang buruk (atau lebih tepat perekrutan yang salah), dan memahami betapa mahal yang disebut murah itu.

“Yang menghambat pertumbuhan awal kami adalah kami tidak mempekerjakan orang-orang berbakat,” lanjut Rameet. “Anda sering tidak merekrut orang berbakat karena Anda anggap biayanya lebih mahal, jadi akhirnya Anda merekrut tenaga kerja yang lebih murah. Itu tidak jadi masalah, tapi biasanya Anda kemudian mempekerjakan orang kedua, dan biaya yang dikeluarkan untuk dua karyawan yunior sering sama besarnya dengan sat karyawan berpengalaman. Dan yang juga penting, satu orang senior jauh lebih baik daripada gabungan dua yunior.”

Hilangnya Peluang Karena Mempekerjakan Junior

Dalam kisah yang sambung-menyambung, Rameet menelaah satu periode lain, tidak lama setelah kegagalan perekrutan yunior itu. Kisah sebelumnya membuat saya terpana, sementara kisah yang satu ini membuat saya benar-benar takjub.

“Kami pernah mempekerjakan seorang tenaga penjual,” katanya sambil menggelengkan kepala. “Dalam jangka waktu tiga bulan, kami kehilangan konsumen potensial yang menjadi tugasnya. Gara-gara mempekerjakan orang yang lebih murah, kami kehilangan pemasukan potensial dalam jumlah amat besar. Kami biasa mengambil bagian 20-30%, dan untuk proyek standar yang menghasilkan $50.000, hilangnya peluang gara-gara karyawan yang satu ini sungguh merupakan pukulan keras bagi kami.”

Baca Juga : Bahaya Mempekerjakan Tim Para Bintang

Sejak itu, kata-kata ini mengubah cara pandang saya terhadap kesalahan perekrutan.

Memahami biaya aktual penetapan gaji atau pembelian mobil adalah satu hal, tetapi memahami kerugian yang tak kasat mata, potensi keuntungan yang bisa diraih, dan pemasukan yang bisa diperoleh seandainya Anda mempekerjakan orang yang tepat… ini mengubah segalanya.

Kesalahan perekrutan–entah berkaitan dengan teman, memilih opsi yang mahal, atau mengambil rute yang lebih murah–menimbulkan kerugian yang riil dan bisa diukur.

Anda bisa mengukur dan menentukan nilai hal-hal seperti gaji, pelatihan, dan pemasangan iklan lowongan potensial posisi baru. Tetapi begitu Anda mempertimbangkan aspek-aspek seperti pendapatan potensial yang siap dipetik, waktu yang terbuang sia-sia, dan tengangan emosional ketika Anda memecat orang yang Anda kenal baik; semua itu jauh lebih sulit untuk dinilai. Dan kalau berbicara tentang keterkejutan, semua itu hampir selalu menimbulkan keterkejutan yang lebih mengguncang.

Pages: 1 2

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.