Kepemimpinan dalam Perusahaan

kepemimpinan dalam perusahaan

Di era disruptif, kepemimpinan dalam perusahaan lebih penting dari sebelumnya. Perusahaan yang sukses menavigasi inovasi digital kebanyakan memiliki kepemimpinan yang kuat dalam memandu jalannya.

  • Para pemimpin membuat keputusan yang memandu dalam bertindak. Keputusan tersebut sering kali melibatkan pilihan-pilihan sulit dan melawan mentalitas, “apa yang selalu kita lakukan.”
  • Para pemimpin mengambil keputusan dan membuat tindakan. Ketika suatu keputusan hanya berada di dalam pernyataan isi dan arahan tanpa tindakan, brand menjadi korban dari yang seharusnya dengan adanya ketidaksesuaian antara misi dan praktik.
  • Para pemimpin mengambil taggung jawab. Ketika sesuatu terjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan, pemimpin sejati muncul paling depan untuk bertanggung jawab. Mereka tidak menyalahkan, mereka tidak mengorbankan vendor dan karyawan untuk kepentingan diri mereka semata.
  • Para pemimpin memimpin dalam tindakan mereka, tidak hanya dalam kata-kata. Memimpin dengan memberikan contoh adalah suatu seni, suatu proses yang berkelanjutan, dan kunci menuju kepemimpinan yang sebenarnya.

Bagi kami, tidak ada contoh kepemimpinan dalam perusahaan yang lebih baik daripada pendiri Patagonia, Yvon Chouinard. Patagonia merupakan perusahaan Amerika Serikat berumur 40 tahun yangn membuat dan menjual pakaian outdoor. Mr.Chouinard membuat pitons (pijakan logam berujung runcing yang biasa digunakan dalam pendakian) karena pada saat itu barang yang ada hanya dapat digunakan sekali pakai. Dia mempelajari sendiri pandai besi dan membuat pitons yang bisa digunakan kembali guna mengurangi limbah dan sebisa mungkin membiarkan gunung tidak tersentuh. Pitons buatannya menjadi terkenal dan perusahaannya pun bertumbuh dan melakukan diverifikasi ke perlengkapan lainnya. Di tahun 1970, Chouinard Equoment telah menjadi perusahaan penyedia perlengkapan climbing terbesar di Amerika Serikat.

Ketika Kepemimpinan dalam Perusahaan Chouinard Di Uji

Sebagai pemimpin industri, dia akhirnya harus membuat keputusan yang sulit ketika dunia pendakian berubah dan perlengkapan buatannya dari yang sebelumnya dilihat sebagai perlengkapan ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali, sekarang dianggap musuh lingkungan. Kegiatan mendaki sudah menjadi lebih populer dan terkonsentrasi pada beberapa rute populer. Dengan celah retakan yang sama yang harus menanggung penggunaan pitons berkali-kali, kerusakannya parah. Walaupun hal ini bukanlah niatanya untuk memulai, Chouinard melihat kerusakan tersebut dan perlahan-lahan menghapus kegiatan usaha pitons. Dia melakukan tindakan atas keprihatinannya kepada lingkungan walaupun perubahan yang ia ambil merupakan risiko usaha yang sangat besar. Daripada mempertahankan sikap aslinya, mencari pihak yang dapat disalahkan, atau mengabaikan permasalahan tersebut, dia bertindak, tidak hanya di atas kertas, tetapi dengan tindakan tegas di dunia nyata.

Baca juga: Diet Yang Berlebihan

Sama seperti pitons, Chouinard melihat kelemahan lain di pasar perlengkapan outdoor: tidak ada pakaian warna-warni dan modis untuk laki-laki. Di suatu perjalanan pendakian ke Skotlandia di musim dingin tahun 1970, Chouinard membeli kaos rugby untuk ia kenakan pada saat memanjat bukit berbatu. Sekembalinya ke Amerika Serikat, Chouinard mengenakan kaos rugby tersebut di sekitar teman-teman komunitas pendakinya, yang bertanya di mana mereka bisa mendapatkan kaos yang sama, dan saat itulah lahirlah perusahaan pakaian milik Chouinard. Dia memulai dengan membuat pakaian yang diinginkan oleh teman-temannya-pakaian yang berkualitas, bagus, tahan lama, dan modis. Perusahaan tersebut tumbuh dengan pesat sampai dengan musim panas di tahun 1991, ketika penjualan jatuh selama resesi. Untuk melunasi hutang perusahaan, perusahaan harus memotong biaya dan persediaan barang secara drastis dan memberhentikan tenaga kerja sebesar 20%. Masa tersebut merupakan masa sulit bagi perusahaan, dan masa itu mengajarkan Chouinard satu pelajaran besar. Perusahaannya dengan sengaja mempertahankan pertumbuhan perusahaan tetap rendah sejak saat itu-keputusan bisnis sulit lainnya.

Sejak 1984, Patagonia tidak lagi memiliki ruang kerja pribadi, suatu pengaturan tata letak ruang kerja yang dapat menciptakan distraksi tetapi juga membuat komunikasi terbuka. Perusahaan tersebut memiliki kafeteria yang menghidangkan makanan sehat yang sebagian besar merupakan makanan vegetarian dan tempat penitipan anak yang berada di dalam lingkungan perusahaan (merupakan salah satu dari 150 tempat penitipan anak di negeri tersebut saat perusahaan baru berdiri) dan menawarkan jam kerja dan pembagian pekerjaan yang fleksibel. Chouinard sendiri mengambil cuti beberapa bulan setiap tahunnya, bulan-bulan di mana ia tidak dapat dihubungi. “Orang-orang tahu jika gudang mengalami kebakaran, untuk tidak menghubungi saya. Apa yang dapat saya lakukan?” Dia memberikan pujian terhadap hal ini dan keberhasilan fleksibilitas perusahaan dalam mempekerjakan para pekerja mandiri dan penuh semangat yang didorong untuk mengambil hari libur untuk berselancar di pantai, untuk menghabiskan waktu bersama keluarga mereka, dan untuk meluangkan waktu bagi diri mereka sendiri.

Patagonia memiliki kampanye lingkungan dan pendidikan nasional. Sejak awal kehadirannya, perusahaan ini berjuang melawan globalisasi di sektor perdagangan kapan pun hal tersebut berkompromi dengan standar kerja dan lingkungan yang dimiliki oleh Patagonia. Kami tidak pernah melihat suatu lokasi perusahaan dengan tingkat transparansi seperti yang dimiliki oleh Patagonia dalam hal manufaktur, termasuk foto-foto pabrik, detail, dan peta global di mana semua produk di buat, dari sumber asal bahan baku hingga pembuatannya. Setiap satu setengah tahun sekali, perusahaan tersebut menyelenggarakan konferensi “Tools for Activists” untuk mengajarkan kemampuan marketing dan publisitas kepada kelompok-kelompok advokasi yang bekerja sama dengan perusahaan. Di tahun 1996, semua kain katun yang digunakan dialihkan menjadi katun organik, dan perusahaan tersebut secara aktif senantiasa mencari kain-kain yang lebih ramah lingkungan.

Mungkin nilai paling penting bagi Patagonia adalah kualitas. Meskipun harga pakaian buatannya sangat mahal dan bagus, pakaian buatan Patagonia juga dapat diperbaiki, menciptakan produk yang bernilai tinggi. Daripada mendorong pelanggan untuk membeli produk baru. Patagonia menyediakan panduan perbaikan sehingga orang-orang mendapatkan manfaat sebanyak mungkin dari pakaian mereka. Pelanggan dapat mengirimkan pakaian yang rusak untuk diperbaiki atau didaur ulang secara cuma-cuma. Di musim semi sekali ini, di tahun yang ketiga kalinya secara bertutut-turut, Worn Wear College Tour milik Patagonia mengunjungi kampus-kampus yang berlokasi di seantero negeri. Para mahasiswa dapat membawa pakaian, brand apa pun, ke acara tersebut untuk diperbaiki-tentunya di dalam truk kayu kemping antik.

Nilai-nilai yang dimiliki oleh Patagonia tidak hanya baik untuk lingkungan, tetapi merupakan bisnis yang baik juga. Sama halnya dengan tren di industri makanan saat ini, para pembeli meletakan nilai yang lebih tinggi pada asal pakaian mereka dan bagaimana pakaian tersebut dibuat. Mereka rela menghabiskan 10%-15% lebih banyak untuk pakaian yang diproduksi secara etis, menurut Marshal Cohen, analis ritel di NPD Group. “Generasi yang lebih muda, pada khususnya, rela membayar untuk faktor tanggung jawab karena awalnya mereka tidak berniat untuk membeli banyak barang,” ujar Cohen. “Mereka ingin membeli barang-barang yang baik untuk lingkungan dan dapat bertahan lama.”

Pages: 1 2

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.