Karya Seni Adalah Untuk Kehidupan (Bukan Sebaliknya)

karya seni

Nominasiku bagi salah satu kalimat terbodoh yang pernah diucapkan tentang seni tertuju pada 60 Minutes, Andy Rooney, yang berbicara mengenai vokalis utama Nirvana, Kurt Kobain, setelah aksi bunuh dirinya, “Tidak ada hasil karya seni yang lebih baik daripada sosok yang menciptakannya.”

“Betapa pun megahnya sejarah kesenian itu, sejarang para seniman merupkan hal yang berbeda.”

-Ben Shahn

Tengoklah sejenak pada salah satu dari ribuan tahun sejarah kesenian dan kamu akan menemukan bahwa, sesungguhnya, tidak, ada banyak karya seni yang dibuat oleh orang-orang bajingan,berengsek, vampir, mesum, dan yang terburuk, kesemuanya meninggalkan jejak korban-korbannya sepeninggal mereka. Mencuri sebuah istilah dari novel karya Jenny Offill, Dept. of Speculation, orang-orang inilah yang kita sebut “Monster-Monster Seni”.

Bisa sulit dan teramat menyakitkan untuk mencerna ide bahwa orang-orang yang kita anggap tercela dalam kehidupan pribadi mereka mungkin saja mampu menghasilkan sebuah karya seni yang indah, menyentuh, atau bermanfaat bagi kita. Cara kita menangani dan memproses informasi tersebut dan cara kita memilih untuk bergerak maju merupkan bagian dari pekerjaan kita.

Nah, kita semua mempunyai Monster-Monster Seni kecil kita sendiri di dalam diri kita.

Kita semua rumit. Kita semua memiliki keterbatasan pribadi. Kita semua agak aneh, hingga kadar tertentu. Jika kita tidak memercayai bahwa kita bisa sedikit lebih baik dalam seni kita daripada keadaan kita dalam kehidupan kita, maka sesungguhnya apakah manfaat dari seni itu?

Menurutku, yang menggembirakan saat ini adalah bahwa kebudayaan kita tengah membuat perhitungan dengan Monster-Monster Seni. Mitos mengerikan bahwa menjadi orangtua yang tak hadir dalam hidup anaknya, orang yang berselingkuh, seorang peyiksa, seorang pecandu, entah bagaimana menjadi suatu persyaratan atau entah bagaimana dimaafkan karena mahakaryanya secara perlahan mulai dilucuti. Seandainya membuat karya seni hebat bisa memeri siapa pun sebuah kartun Bebas dari Penjara atas kegagalan besar mereka sebagai manusia, kupikir masa itu telah berlalu. Syukurlah. Monster-Monster Seni itu sama sekali tidak diperlukan atau dianggap keglamoran, dan mereka tidak perlu dimaklumi, dimaafkan atau ditiru.

Karya Seni Seharusnya Untuk Kehidupan

Para seniman besar membantu orang-orang memandang kehidupan mereka dengan pandangan yang segar dan rasa akan ketidakmustahilan. “Tujuan dari menjadi seorang penulis yang serius adalah demi melindungi orang-orang dari keputusasaan,” tulis Sarah Manguso. “Jika orang-orang membaca hasil karyamu dan, akibatnya, memilih kehidupan, maka kamu telah berhasil dengan pekerjaanmu.”

Sederhananya: Seni semestinya menjadikan kehidupan kita lebih baik.

Baca juga: Mengelola dan Memilih Konten

Ini berlaku bukan saja bagi proses pembuatan karya itu sendiri, tetapi juga bagi karya seni itu sendiri. Seandainya menciptakan karyamu akan merusak hidup siapa pun, termasuk hidupmu sendiri, maka karya itu tak pantas dibuat.

“Akan selalu ada godaan bagi orang-orang yang menderita utuk meyakini bahwa menjadi seniman merupakan solusi padahal, faktanya, ia mungkin lebih menjadi sebuah masalah,” ucap seorang penulis dan psikologi Adam Phillips. “Ada sejumlah orang yang mungkin kamu anggap sebagai korban mitos seorang seniman. Mereka semestinya melakukan hal yang lain.”

Kamu mungkin tidak ditakdirkan menjadi seniman. “Kamu mungkin ditakdirkan untuk mengajar anak-anak matematika atau mengumpulkan uang untuk penggalangan makanan gratis atau mendirikan sebuah perusahaan yang membuat Kubus Rubik buat bayi,” tulis seorang komedian Mike Birbiglia. “Berhenti bisa menjadi pilihan. Akan dibutuhkan jumlah pekerjaan yang luar biasa di hadapan, dan waktumu mungkin lebih baik dihabiskan di tempat lain.”

Kalau menciptakan karyamu malah menambah kemalangan ke dunia, tinggalkanlah dan lakukan hal lain. Cari hal lain untuk dilakukan dengan waktumu, sesuatu yang bisa membuat dirimu dan orang-orang di sekitarmu merasa lebih bersemangat.

Dunia tidak selalu membutuhkan lebih banyak seniman hebat. Ia membutuhkan lebih banyak orang-orang baik.

Karya seni adalah untuk kehidupan, bukan sebalikanya.

“Aku mendukung seni yang menolong nenek-nenek menyebrang jalan.” -Claes Oldenburg

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.