Diet Yang Berlebihan

diet yang berlebihan

Beberapa tahun yang lalu, Alison berhenti membeli majalah gosip. Supaya adil dan tidak tampak seolah-olah ini adalah keputusan moral dari dirinya, ia melakukannya di bawah tekanan Scott. Scott merasa, dan memang benar adanya, bahwa majalah gosip menghasilkan uang dari penderitaan orang lain, mempromosikan gaya hidup tidak sehat, atau diet yang berlebihan dan umumnya membuat standar kecantikan yang kurang optimal. Karena Alison tidak tidak bisa mengelak dari argumentasi poin-poin tersebut dan sekarang mendapat gosip selebritas sudah lebih dari cukup dari Instagram, ia pun berhenti membeli majalah gosip.

Brand majalah seperti Cosmopolitan adalah sinonim dari kisah berakhirnya hubungan selebritas dan fad diets. Itu adalah brand mereka dan terserah kita untuk memutuskan jika hal tersebut adalah hal-hal yang menarik bagi kita. Jadi ketika kolom isu terhangat kali ini menampilkan artikel “Bagaimana Perempuan Ini Kehilangan 44 Pounds Tanpa Berolahraga,” hal ini akan dianggap sebagai suatu norma. Padahal, perempuan ini tidak kehilangan berat badannya hanya karena makan daun seledri atau kentang, atau makanan berwarna ungu pada pukul 11:00 dan 14:00; perempuan ini kehilangan berat badannya karena dia menderita kanker.

Baca Juga: Memelihara Kebiasaan – Pizza Yang Menyelamatkan Kehidupan

Artikel tersebut menjelaskan bahwa perempuan berusia 32 tahun itu didiagnosis mengidap infeksi ginjal parah, dokter menemukan adanya tumor karsionid ganas pada usus buntu. Dia banyak menjalani tindakan operasi dan menderita komplikasi yang mengerikan. “Setelah ia didiagnosis dengan gangguan stress pasca-trauma yang dipicu oleh diagnosis kankernya, dia berdalih ke makanan, hingga kemudian kehilangan berat badan karena diet yang disebut The Bod.” Dia tidak bisa berolahraga; artikel itu menjelaskan bahwa “dia masih dalam proses pemulihan dari tindakan operasi, dia tidak mampu secara fisik untuk berolahraga seperti sebelum dia didiagnosis terkena kanker.”

Hal ini bukanlah cara yang diinginkan oleh siapa pun untuk menurunkan berat badan. Media sosial setuju untuk menghantam majalah tersebut dan menuntut perubahan konten artikel. Cosmopolitan mempertahankan artikel tersebut, tetapi mereka mengubah judulnya menjadi “Ketakutan Kesehatan yang Serius Membantuku Mencintai Tubuhku Lebih dari Sebelumnya.”

Jelas, ada perbedaan, dan Cosmopolitan menemukannya. Pembaca akan dengan senang hati menerima gosip tak berdasar tentang orang yang tidak dikenal, bersenang-senang dalam kisah kegagalan dan tipu muslihat, mencerna 101 tips seksual, dan menerima bahwa jika mereka hanya makan daun bawang, mereka akan kehilangan berat badan secara drastis. Tetapi mereka tidak akan menerima kanker sebagai pola diet yang berlebihan. Pelajaran bagi kita di sini adalah untuk mengetahui apa pun pernyataan yang Anda keluarkan sebagi suatu brand. Jangan bertindak tidak biasa demi mendapatkan perhatian karena beberapa jenis perhatian merupakan hal-hal yang bisa kita dapat tanpa harus bertindak tidak biasa.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.