Category - Branding

1
Memilih dan Menggunakan Brand yang Anda Benci
2
Diet Yang Berlebihan
3
Memelihara Kebiasaan – Pizza Yang Menyelamatkan Kehidupan
4
Kepuasan Diri Sendiri dan Sambutan ADT yang Tidak Meyakinkan
5
Branding Sekotak Selai Kacang
6
Logo Produk Tidak Penting

Memilih dan Menggunakan Brand yang Anda Benci

Alison membenci buah pisang, tetapi ia harus tetap memilih dan menggunakan pisang dalam menu makan siang anak-anak. Dia mungkin saja mengenal buah itu sebagai buah setan, tetapi anak-anak yang cintai membutuhkan pilihan makanan yang sehat, dan jika pisang merupakan pilihan anak-anak, maka pisanglah yang akan mereka dapatkan. Alison (si perusahaan) harus mendengarkan kebutuhan dan keinginan (asupan makanan yang mengandung banyak vitamin dan mengunggah selera) anak-anaknya (pelanggan), karena buah pisang yang sudah dimakan lebih baik daripada buah apel yang dibuang.

Read More

Diet Yang Berlebihan

Beberapa tahun yang lalu, Alison berhenti membeli majalah gosip. Supaya adil dan tidak tampak seolah-olah ini adalah keputusan moral dari dirinya, ia melakukannya di bawah tekanan Scott. Scott merasa, dan memang benar adanya, bahwa majalah gosip menghasilkan uang dari penderitaan orang lain, mempromosikan gaya hidup tidak sehat, atau diet yang berlebihan dan umumnya membuat standar kecantikan yang kurang optimal. Karena Alison tidak tidak bisa mengelak dari argumentasi poin-poin tersebut dan sekarang mendapat gosip selebritas sudah lebih dari cukup dari Instagram, ia pun berhenti membeli majalah gosip.

Read More

Memelihara Kebiasaan – Pizza Yang Menyelamatkan Kehidupan

Memelihara kebiasaan merupakan tujuan akhir dari membangun kesetiaan pelanggan. Tanyakan saja kafe yang biasa anda kunjungi untuk membeli kopi di pagi hari atau toko penjual makanan peliharaan setempat yang sering Anda datangi dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumah setiap hari Selasa. Kebiasaan menyediakan makanan bagi masyarakat. Anda dapat mengenal pemiliknya, pelanggan lain, dan rekan sesama pengusaha yang bekerja di kedai kopi setempat.

Read More

Kepuasan Diri Sendiri dan Sambutan ADT yang Tidak Meyakinkan

Selama betahun-tahun, kami telah mengkritik pembuatan konten yang semata-mata hanya demi keuntungan konten itu sendiri. Memaksa diri sendiri untuk menyesuaikan dengan kalender dapat membawa Anda pada banyk konten yang buruk, dibuat dan dibagikan hanya karena perayaan hari tertentu. Suatu post yang dibuat untuk Hari Ibu tidaklah baik hanya karena momen Hari Ibu itu sendiri, dan tidak satu pun yang membagikan buletin perusahaan Anda karena Anda mengirimkannya di hari Rabu. Kami memahami perencanaan konten Anda dan inspirasi yang diberikan oleh hari-hari besar dan perayaan, tetapi apabila kualitasnya tidak ada di situ, Anda hanya mengondisikan audiens Anda untuk tidak peduli.

Read More

Branding Sekotak Selai Kacang

Rumah kami sangat terkenal di antara perusahaan pengiriman barang: UPS dan FedEx, dan rekan-rekan pengirim barang dari Amazon. Selain kebergantungan kami pada belanja online, orang-orang juga mengirim kami banyak barang. Selama bertahun-tahun, kami telah mendapat banyak kiriman barang, seperti sepatu, donat, Google Cardboard (sebelumnya Alison tidak tahu itu benda apa sampai akhirnya anak kami yang berusia 13 tahun bersorak kegirangan dan menunjukannya bagaimana cara menggunakan Google Cardboard itu), jutaan buku, dan bahkan seperangkat pisau. Tapi tidak satu pun di antara barang kiriman tersebut yang pernah memesona anak-anak kami–begitulah, sampai akhirnya sekotak selai kacang hadir. Setelah kami bertemu dengannya di acara tahunan Asosiasi Pembicara Nasional, Clint Greenleaf (salah satu pendiri sekaligus Direktur Utama HomePlate Peanut Butter) akhirnya memberikan kami kredibilitas jalanan dengan anak-anak kami yang sejauh ini telah menghindari kami.

Read More

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.