Branding Sekotak Selai Kacang

sekotak selai kacang

Rumah kami sangat terkenal di antara perusahaan pengiriman barang: UPS dan FedEx, dan rekan-rekan pengirim barang dari Amazon. Selain kebergantungan kami pada belanja online, orang-orang juga mengirim kami banyak barang. Selama bertahun-tahun, kami telah mendapat banyak kiriman barang, seperti sepatu, donat, Google Cardboard (sebelumnya Alison tidak tahu itu benda apa sampai akhirnya anak kami yang berusia 13 tahun bersorak kegirangan dan menunjukannya bagaimana cara menggunakan Google Cardboard itu), jutaan buku, dan bahkan seperangkat pisau. Tapi tidak satu pun di antara barang kiriman tersebut yang pernah memesona anak-anak kami–begitulah, sampai akhirnya sekotak selai kacang hadir. Setelah kami bertemu dengannya di acara tahunan Asosiasi Pembicara Nasional, Clint Greenleaf (salah satu pendiri sekaligus Direktur Utama HomePlate Peanut Butter) akhirnya memberikan kami kredibilitas jalanan dengan anak-anak kami yang sejauh ini telah menghindari kami.

Clint dan rekan kerjanya yang berprofesi sebagai atlet profesional telah melihat bahwa pemain baseball memiliki kebiasaan makan selai kacang, makanan ringan yang murah, tahan terhadap panas, dan tinggi kalori sama seperti anak kuliah makan ramen. Mereka melihat ada kebutuhan di pasar akan sekotak selai kacang sehat yang tidak terpisah dalam toples, tetap terasa enak seperti varian tinggi gula, dan berbahan alami–dan lahirlah HomePlate. Menggunakan kualitas produk dan kebutuhan akan produk, serta koneksi yang mereka miliki ke banyak atlet baseball profesional, Clint dan rekan kerjanya membawa HomePlate ke tempat-tempat latihan, dan para pemain baseball tersebut pun menyukainya.

Baca Juga: Logo Produk Tidak Penting

Ketika berita kisah seorang pemain bola basket sampai ke kantor HomePlate–khususnya tentang Golden State Warriors yang tidak bisa mendapatkan roti lapis PB&J favorit mereka ke lapangan–HomePlate dikirimkan sebagai penyelamat. Ketika Steph Curry‘ mengatakan ia menyukai produk Anda, apalagi yang Anda butuhkan? Hal ini merupakan contoh terbaik dari mendengar dan bertindak secara pasif, menciptakan peluang branding yang menakjubkan.

Kekuatan Sekotak Selai Kacang

Saat ini, HomePlate tetaplah perusahaan kecil yang mempekerjakan enam orang karyawan, dengan produk berupa kebutuhan sehari-hari, dan memiliki lokasi ritel di Amerika Serikat. Mereka menangani feedback dengan cepat dan menangani feedback negatif dengan pendekatan “menyelesaikan masalah terlebih dahulu dan baru menyelamatkan muka kemudian.” Cllint percaya bahwa customer service merupakan bagian kritis dari pemasaran HomePlate. Dia suka fleksibilitas yang dimungkinkan oleh perusahaan kecil dan berujar kepada kami, “Ketika Anda semua duduk di dalam ruangan yang sama, Anda bisa mengembangkan rencana tentang bagaimana menangani pelayanan pelanggan secara konsisten. Branding menjadi lebih mudah ketika Anda berukuran kecil karena kita semua berada pada pemahaman yang sama.”

HomePlate juga memberikan kontribusi bagi masyarakat. Gadis berusia 12 tahun bernama Bella Grace Parker2 (biasa dipanggil BG oleh teman-temannya) telah lama bermain softball sejak berusia tiga tahun dan bermimpi untuk bertanding di Olimpiade suatu hari nanti. Namun demikian, setelah bertahun-tahun merasa sakit perut setiap makan, BG didiagnosis mengidap penyakit Crohn. Untuk menangani penyakitnya, ia harus membuat perubahan drastis pada pola makannya. Ibunya mulai mencari beberapa pilihan pola makan agar Bella tetap sehat, gemuk, dan mimpinya untuk terus bermain softball tetap hidup hingga ia menemukan sekotak selai kacang dari HomePlate sebagai jawabannya. BG menyukai rasanya, dan produk tersebut juga memiliki kandungan kalori, protein, dan nutrisi yang ia butuhkan untuk tetap sehat. Ibunda BG pun berterimakasih kepada HomePlate karena telah mengubah hidup mereka menjadi lebih baik. Dalam cara sebenarnya yang dilakukan oleh HomePlate, perusahaan mengunjungi keluarga BG dan membawa selai kacang dalam jumlah yang cukup untuk dihabiskan selama musim pertandingan.

Ada banyak kisah branding yang dapat kita jadikan pelajaran dari Clint dan sekotak selai kacang HomePlate. Salah satu yang paling kuat untuk dijadikan pelajaran bagi kami adalah pentingannya mengenali, menghargai, dan menggunakan kekuatan Anda. Clint dan rekan kerjanya mengetahui pasar mereka dan menghargai kebutuhan para atlet. Mereka menggunakan koneksi yang mereka miliki dan menyebarkan pesan yang mereka inginkan (dan selai kacang) dengan menempatkan produk mereka ke tangan pemain sebanyak mungkin. Mereka kemudian menggunakan kesuksesan ini dan menyadari bahwa pasar lebih besar juga akan menghargainya. Di seluruh percakapan kami dengan Clint, ia terus-menerus menyebutkan kekuatan, mendefinisikan kegiatan bisnisnya, rekan kerjanya, karyawannya, dan pelanggannya dengan apa yang mereka bawa ke atas meja. Tantagan bekerja di industri makanan, menjadi perusahaan kecil, dan bahkan tangtangan pekerjaan yang bergantung pada endorsement dari selebritas yang tidak pernah menjadi fokusnya. Jauh lebih sering dalam bisnis, kita hanya melihat kesalahan kita dan kita dibiarkan secara terus-menerus berada pada posisi bertahan. Branding yang baik adalah tentang memberi nilai, dan hal tersebut dimulai dengan menghargai apa yang Anda bawa ke atas meja, atau dalam kasus Clint, apa yang Anda bawa ke atas meja dan ke dalam ruang istirahat.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.