Biarkanlah Kekacauan dan Kegilaan di Studio Anda

kekacauan dan kegilaan

“Ketidakrapian meja dan lantai: lembar-lembar Post-it kuning di mana; papan tulis putih yang dipenuhi coretan tulisan: semua ini adalah menifestasi luar akan kekacauan dan kegilaan pikiran manusia.”

-Ellen Ullman

Ini saat yang buruk untuk menjadi seorang penimbun. Propaganda menentang kekacauan dan kegilaan untuk berbenah telah digalakan oleh acara-acara TV seperti Hoardes dan Storage Wars dan blog-blog tak terhitung banyaknya yang mengagungkan studio-studio rapi dan ruang kerja yang sempuran dengan “benda-benda yang terorganisasi rapi”, memuncak dalam buku paling laris karya Marie Kondo, The Life Changing Magic of Tidying Up. Meski kiat-kiat dari Kondo bisa memberi hasil menakjubkan pada laci kaus kakimu atau lemari dapurmu, aku sangat ragu tentang kegunaannya bagi para seniman.

Ruang studioku, sama seperti pikiranku, selalu agak kacau. Buku-buku dan surat kabar ditumpuk dimana-mana, gambar-gambar disobek dan ditempel ke dinding, potongan guntingku berserakan di lantai. Namun, bukan suatu kecelakaan bahwa studio ku itu kacau. Aku menyenangi kekacauan dan kegilaan. Aku dengan sengaja menyuburkan kekacauanku.

Kreativitas adalah mengenai koneksi, dan koneksi itu tidak dibuat dengan menyimpan segalanya di tempat masing-masing. Ide-ide baru dibentuk oleh pencampuran menarik yang terjadi ketika benda-benda berada di luar tempatnya.

Kamu mengira bahwa jika studiomu rapi, ia dapat membebaskanmu hingga menjadikanmu lebih efisien, dan karena itu, kamu bisa lebih produktif. Barangkali hal itu akan membantumu dalam tahap eksekusi dari pekerjaanmu jika kamu, katakan saja, seorang pencetak sablon yang membuat cetakan, tetapi ia tidak dapat membantumu untuk memunculkan desain menarik untuk sebuah sablon berikutnya. Menyamakan produktivitas dengan kreativitas adalah tindakan keliru. Keduanya tidak sama. Malahan, keduanya sering kali berbenturan atau sama lain: Sering kali kamu lebih kreatif ketika kamu kurang produktif.

Tidak Perlu Menghindar dari Kekacauan dan Kegilaan Ruang Kerjamu

Tentu saja, ada yang namanya berantakan, kekacauan dan kegilaan. Sulit untuk bekerja kalau kamu tidak dapat menemukan barang-barang yang kamu perlukan ketika kamu membutuhkannya. Para koki Prancis mempraktikan sesuatu yang dinamai mise en place, yang berarti “taruh di tempat”. Ini tentang perencanaan dan persiapan: memastikan semua bahan dan peralatan yang kamu butuhkan sudah siap sebelum kamu mulai bekerja. “Mise en place” merupakan agama bagi semua koki khusus yang pandai,” tulis Anthony Bourdain dalam Kitchen Confidential. “Markasmu dan kondisinya, kesiapannya, adalah perpanjangan bagi sistem sarafmu.”

Baca Juga: Kunjungi Masa lalu dan Bangkitkan Gagasan Lama

Itulah kata kunci yang bisa kita curi dari para koki: kesiapan. Sebagian besar dari kita tidak memiliki tamu-tamu yang lapar atau pengawas kesehatan untuk dicemaskan. Kita tidak perlu menjaga ruang kerja kita bersih rapi dan sepenuhnya. Kita hanya perlu mempersipakannya saat kita ingin bekeja. Seorang kartunis Kevin Huizenga mengemukakan bahwa mengorganisasi studiomu tidak berarti ia harus terlihat terorganisasi. “Seandainya kertas-kertas berserakan di lantai membuat bekerja lebih mudah saat ini, karena kamu perlu untuk merujuk padanya terus-menerus, maka kertas-kertas itu harus tetap berada disana.”

Ada keseimbangan di sebuah ruang kerja antara kekacauan dan keteraturan. Temanku John T. Unger memiliki aturan yang sempurna: Jaga peralatanmu rapi dan bahan-bahanmu berantakan. “Jaga barang-barangmu sangat teratur agar kamu dapat menemukannya,” ujarnya. “Biarkan bahan-bahannya saling menyerbuki dalam kekacauan dan kegilaan. Sebagian karya yang kubuat tercipta secara kebetulan, saat dua bahan berkumpul dalam tumpukan, dan karya itu nyaris jadi. Namun, jika tanganmu tidak dapat meraih alat yang kamu butuhkan, kamu bisa menghabiskan waktu (atau antusiasmu dan inspirasimu) seharian dengan mencari-carinya.”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.