Berhati-hatilah Ketika Mempekerjakan Teman Anda

mempekerjakan teman

Sebelum saya berbincang-bincang dengan Jordan Harbinger, saya mengenalnya sebagai orang yang punya segudang cerita menakjubkan, termasuk tentang penculikan dan berbagai peristiwa yang mengancam keselamatan jiwa. Kesalahannya mempekerjakan teman mungkin tidak memakan korban jiwa, tetapi kalau sudah sampai momen-momen yang mengejutkan, keselahan itu tidak lebih baik, atau menurut saya malah lebih buruk, daripada kisah tentang kejadian-kejadian yang membahayakan nyawa.

“Saya pernah berdiskusi dengan rekan bisnis saya,” katanya ketika menjelaskan kesalahannya. “Kami mencoba menciptakan posisi baru untuk orang ini karena dia tidak becus mengerjakan tugas apa pun yang kami berikan kepadanya.”

Karena kerjaan bisnis Jordan, The Art of Charm, bermula dari podcast sederhana, bisa dimengerti bahwa organisasinya bertumbuh secara organik. Setelah mencapai tingkat keberhasilan tertentu, dia dan rekannya harus merekrut orang-orang baru, dan dia pun melakukan yang dilakukan sebagian besar pengusaha baru: mendekati teman, temannya teman dan orang-orang yang dia kenal. Masalahnya bukan pada upaya mempekerjakan teman, karena kita semua mempunyai teman yang berbakat. Namun, jika Anda merekrut mereka karena itu adalah cara yang cepat dan relatif mudah, maka Anda harus menanyakan kepada diri sendiri apakah mereka kandidat yang tepat, atau kandidat yang mudah didapat.

Jika jawaban Anda adalah yang terakhir, Anda bakal berada di posisi Jordan; mereka-reka posisi baru demi menghindari pemecatan teman baik Anda.

Baca Juga: Ketika Opsi Mempekerjakan Orang Murah Sama Sekali Tidak Murah

Mempekerjakan Teman Itu Mudah, Memecat teman Justru Lebih Sulit

“Saya ingat ketika sedang mandi di pancuran hari itu,” lajutnya; nada suaranya menyiratkan rasa malu sekaligus kelegaan. “Saya berpikir, ‘Apakah saya sungguh perlu menghabiskan tiga puluh menit untuk memikirkan satu posisi baru buat satu orang, sebagai pembenaran untuk memberinya gaji yang tinggi?'”

Entah Anda baru atau sudah lama berbisnis, jelas ini pendekatan yang kontra-intuitif yang bakal mencederai bisnis Anda. Anda mempekerjakan seseorang untuk melakukan sesuatu perkajaan dan untuk mengurangi beban kerja Anda, bukan untuk menambah stres. Begitulah situasi Jordan; dia membuang waktu yang berharga dengan mencari-cari cara supaya tidak memecat temannya, dan lebih buruk lagi, memberikannya gaji yang tinggi sebagai imbalan atas ketidaknyamanan itu.

Nah, mungkin Anda berpikir, “dasar idiot”. Dan sampai batas tertentu, Jordan sepakat dengan Anda, tetapi cobalah jujur dengan diri sendiri dan bayangkan apa yang akan Anda lakukan jika Anda berada dalam situasi yang sama. Sebagai seorang wiraswasta, Anda memiliki jutaan pekerja yang harus Anda lakukan dan jumlah itu jarang berkurang. Bisa dimengerti apabila Anda mengambil jalan yang resistennya paling rendah, terutama yang menyangkut hubungan dengan teman atau seseorang yang Anda kenal.

Merekrut Orang Yang Tepat Itu Sulit, Sedangkan Mrekrut Asal-asalan Itu Mudah

Sekali lagi, seni mempekerjakan karyawan tidak terletak pada orang yang dipekerjakan tetapi pada pemastian bahwa Anda kelak tidak memecatnya. Itu bukan berarti mempekerjakan teman tidak bisa berhasil; saya telah bertemu banyak pengusaha yang melakukannya dan bisnisnya maju karena hal itu. Tetapi ini hanya kalau sang teman adalah orang yag tepat untuk pekerjaan itu. Jika tidak, dan alasana Anda merekrut adalah karena itu pilihan yang mudah atau murah, maka Anda harus bersiap-siap menempuh jalan yang berat dikemudian hari.

Seperti yang dikatakan Jordan kepada saya, “Yang lebih buruk dibandingkan mempekerjakan teman adalah memecat teman.”

Pada tahap pertama #kesalahanhebat ini, Anda mengalami keterkejuta. Entah berlangsung beberapa menit atau minggu, keterkejutan itu menimbulkan kepedihan dan luka. dan ketika Anda melibatkan sesuatu yang bersifat personal, seperti memecat teman atau orang yang Anda cintai, bagaimana reaksi Anda? Semua ini berasal dari penilaian yang buruk karena Anda lebih memilih merekrut siapa pun daripada merekrut orang yang tepat.

Pages: 1 2

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.