Berbagi Pandangan Berbeda Dengan Orang Lain

berbagi pandangan berbeda

“Berpikirlah sendiri!” begitu bunyi sebuah ucapan klise. Namun kenyataanya adalah: Kita tak bisa. Kita memerlukan orang lain untuk membantu kita berpikir dan berbagi pandangan berbeda.

“Dunia memerlukanmu di pesta untuk memulai sebuah percakapan, dengan berkata, ‘Aku tak tahu,’dan bersikap baik.”

-Charlie Kaufman

“Berpikir independen mengenai manusia lain itu mustahil,” tulis Alan Jacobs dalam bukunya How to Think. “Berpikir itu aktivitas sosial yang penting, menyeluruh, dan mengagumkan. Segala yang kamu pikirkan merupakan sebuah tanggapan terhadap hal yang telah dipikirkan dan dikatakan orang lain.”

Masalahnya adalah, perlahan-lahan kita semakin menjadi sebuah budaya yang mengumpul menjadi komunitas-komunitas dan jaringan-jaringan yang berpikiran-sama. Secara offline, hal ini tercermin di tempat orang-orang tinggal, entah oleh pilihan atau kebutuhan. Secara online, ia tercermin di situs apa yang kita kunjungi, siapa yang kita pilih untuk ikuti, dan bagaimana algoritma jaringan online diselaraskan untuk menunjukan pada kita apa yang menurut mereka ingin kita lihat.

Berinteraksi dengan orang-orang yang tidak memiliki perspektif yang sama dengan kita memaksa diri kita untuk berbagi pandangan berbeda dan merenungkan kembali ide-ide kita, menguatkan ide-ide kita, atau menukar ide-ide kita dengan yang lebih baik. Bila kamu hanya berinteraksi dengan orang-orang berpikiran sama sepanjang waktu, peluang untuk berubah akan semakin kecil. Semua orang tahu persaan yang kamu dapatkan ketika kamu menghabiskan waktu bersama orang-orang yang menyenangi seni yang sama, mendengarkan musik yang sama, dan menyaksikan film ayang sama: Pada mulanya ia menyenangkan, tetapi ia juga bisa jadi sangat membosankan dan menyesakkan.

Jacobs menyarankan bahwa jika kamu ingin benar-benar mengeksplorasi berbagai ide, kamu harus mempertimbangkan untuk menghabiskan waktu dengan orang-orang yang “secara watak condong pada keterbukaan dan memiliki kebiasaan mendengar.” Orang-orang yang berbagi pandangan berbeda, murah hati, baik, peduli, dan bijaksana. Orang-orang yang, ketika kamu mengatakan sesuatu, “memikirkannya alih-alih sekedar bereaksi”. Orang-orang disekitarmu yang membuatmu merasa nyaman.

Baca Juga: Mengubah Pikiran Kita, Itu Tanda Kamu Hidup

Seorang pembaca pernah mengirimkanku sebuah catatan yang menyatakan bahwa meski dirinya tidak berbagi pandangan politik yang sama denganku, dia merasa bahwa dirinya mamapu untuk benar-benar mendengarkan apa yang ingin kukatakan, alih-alih menutup telinga dari hal yang tidak ingin didengarnya. Dia berasumsi bahwa hal itu ada kaitannya dengan semangat kreativitas, suatu koneksi yang kita rasakan dengan orang lain yang kita kenal yang sedang berusaha sebisa mungkin untuk menghadirkan hal-hal baru dan indah ke dunia.

Berusahalah sebisa mungkin untuk mencari orang-orang berjiwa sama yang berbagi koneksi ini denganmu.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.