Bahaya Pertumbuhan dan Ekspansi

pertumbuhan dan ekspansi

Anda adalah wiraswasta yang berusaha menumbuhkan dan memperluas bisnis Anda, bukan?

Memulai beriwaswasta adalah aspek fundamental, karena Anda tidak ingin lagi duduk di balik meja dari pukul sembilan pagi sampai lima sore. Tidak ada yang salah dengan kehidupan seperti itu, tapi itu bukan untuk Anda. Anda tidak perlu membaca buku tentang para wiraswasta dan para pemimpin yang proaktif kalau Anda menginginkan rutinitas seperti itu. Namun, meskipun start awal itu bersifat fundamental dalam dunia keriswastaan Anda, jalan menuju pertumbuhan dan ekspansi tetap penuh resiko dan ruwet.

Anda mungkin mengira aspek bisnis yang mendasar semacam itu mengandung solusi yang lebih definitif, tetapi tampaknya tidak demikian. Seperti halnya kesalahan perekrutan, kesalahan yang berkaitan dengan pertumbuhan dan ekspansi adalah jenis kesalahan yang paling sering saya temui dalam wawancara-wawancara ini. Anda akan berulang kali menghadapi proposisi: bertumbuh atau tidak bertumbuh…

Anda pasti akan memilih bertumbuh, bukan? Bagaimanapun juga, itulah inti perjalanan kewiraswastaan Anda. Pertumbuhan berarti Anda sejajar dengan idola Anda. Pertumbuhan menghasilkan uang di bank. Para investor pun mendatangi Anda, bukan Anda yang memohon mereka untuk membaca e-mail Anda.

anda harus bertumbuh, karena apa alternatifnya? tetap di tempat? mapan?

Anda Harus Bertumbuh dan Berekspansi

Sebenarnya pertanyaannya bukan apakah Anda harus bertumbuh, tetapi seberapa cepat, seberapa tinggi, dan kapan Anda melakukannya. Karena pertumbuhan dan ekspansi berarti karyawan baru; karyawan yang lebih banyak; premis yang lebih besar; mesin-mesin baru; risiko besar; permohonan pinjaman ke bank dalam jumlah jutaan, bukan ribuan, dolar; ekspansi ke negara-negara kebudayaan, dan industri baru. Pertumbuhan adalah salah satu ladang ranjau paling berbahaya yang Anda hadapi.

Namun, itu bagus karena selama Anda punya kesempatan untuk tumbuh berarti Anda melakukan sesuatu dengan benar. Di sisi lain, jika Anda salah langkah, pertumbuhan bisa membuat Anda, termasuk segala sesuatu yang sudah Anda bangun selama ini, berantakan. Dan meskipun tidak ada solusi jitu untuk mengatasi masalah ini, ada dua aspek pertumbuhan yang sering mengarah pada kesalahan: pertama, pertumbuhan dan berekspansi untuk tujuan yang salah; kedua, bertumbuh dan berekspansi terlalu cepat. Kedua cenderung berkelindan dan bertumpang tindih, tetapi masalah sesungguhnya terletar pada pertumbuhan yang salah arah. Karena itu Anda, sekali lagi, harus mempertimbangkan penilaian Anda.

Baca Juga: Seni Mempekerjakan Orang Lain

Kesalahan ini bisa diam-diam menyergap dan mengejutkan siapa pun, bahkan pengusaha ternama dan berpengalaman. Rachel Elnaugh, misalnya, kehilangan jutaan dolar yang tersimpan di rekening banknya.

Rachel, yang terkenal dalam pertunjukan televisi Dragon’s Den, membangun Red Letter Days menjadi bisnis hari dan kado pengalaman (experience day and gift) terkemuka di Inggris. Di salah satu ajang pameran bisnis yang hiruk pikuk di London, saya agak gugup bertatap muka dengan pengusaha yang berkawan dengan Richard Jones, Jeffrey Archer, dan Donald Trump ini.

“Penghasilan kami jutaan dolar,” ujarnya, yang tak mengurangi kegugupan saya. “Ini seharusny menjadi petunjuk bahwa segala sesuatu berjalan dengan amat baik dan tak perlu diubah. Tapi kami bangkrut. Menurut saya, pola pikir kami bergesar dari apa yang bisa kami tawarkan kepada konsumen menjadi seberapa banyak uang yang bisa kami keruk dari mereka.”

Saya mewawancari Rachel di awal perjalanan Successful Mistake ini, jadi sungguh mengejutkan mendengar orang sukses berbicara tentang pertumbuhan dan ekspansi seperti itu. Bagaimanapun juga, dia mengembangkan bisnisnya menjadi salah satu bisnis terbesar di negara itu, jadi dia pasti piawai di bidangnya.

Masalahnya, ada perbedaan mencolok antara pertumbuhan untuk alasan yang tepat dan bertumbuh untuk alasan yang salah, dan pertumbuhan serta ekspansi Red Letter Day dalam periode inilah yang mengawali kebangkrutannya. Hal itu juga mengarah pada salah satu momen keterkejutan paling parah yang pernah saya saksikan.

“Sebenarnya sudah amat melegakan ketika bisnis itu akhirnya ditangani oleh administrator pengadilan,” kata Rachel ketika saya bertanya bagaimana perasaannya kehilangan bisnis yang dia mulai dari nol. “Itu adalah salah satu peristiwa terburuk yang saya alami, tetapi pada saat yang sama beban yang amat berat seolah terangkat dari pundak saya.”

Anda mungkin sulit memahaminya, karena saya yakin Anda menyamakan kehilangan bisnis Anda dengan kematian dalam keluarga Anda. Tetapi pertumbuhan dan ekspansi untuk alasan yang salah mengubah peran Rachel di Red Letter Days, cara pandangnya terhadap bisnisnya, dan perasaannya tentang bisnis itu.

“Salah satu perubahan itu adalah menunjuk CEO untuk menggantikan saya. Kalau ditinjau lagi, itu adalah bentuk kesalahan lain,” ujarnya. “Mengotak-atik dan mengubah kultur perusahaan adalah permainan berbahaya.”

Pertumbuhan dan Ekspansi Bisa Saja Menjadi Bahaya

Penjelasan Rachel mengenai kesulitan pemungkasan dalam bisnis itu menunjukan betapa pertumbuhan bisa menjadi demikian berbahaya. Red Latter Days memiliki simpanan di bank, dan meskipun perusahaan itu berjaya selama dua belas tahun, semuanya runtuh di hadapannya. Penyebabnya adalah ia ingin meraup lebih banyak uang; uang yang lebih banyak, pangsa pasar yang lebih banyak, pelanggan yang lebih banyak.

Jika Anda tidak menumbuhkan bisnis Anda, Anda akan tertinggal dan gagal. Tetapi pertumbuhan untuk alasan yang salah juga bukan jawabannya. Kesalahan Racherl terjadi dua belas tahun setelah ia menggeluti bisnis itu–umumnya, kesulitan muncul pada masa-masa awal pertumbuhan sebuah bisnis. Dan dalam abad ketenarana viral di Internet serta investor Silicon Valley dewasa ini, dampak pertumbuhan dan ekspansi untuk alasan yang salah–dan tumbuh terlalu cepat–sangat destruktif.

Ambil contoh Sam Tarantino, tipe orang yang cocok dengan saya; pecinta musik, pemikir kreatif, dan pendiri Grooveshark, layanan streaming musik daring yang berbagi pangsa pasar dengan Spotify, Pandora, dan Soundcloud. Sam tidak pernah punya kemewahan untuk bersantai dan bertumbuh dengan anggun. Sejalan dengan Jon Crawford dan StorEvy, dia mengerjekan hampir semuanya dengan kecepatan tinggi.

“Tahun 2010 adalah tahun pertumbuhan,” ujarnya melalui Skype di kantor pusat Grooveshark. “Kami merekrut orang-orang baru untuk mengisi posisi sebanyak yang bisa kami sediakan. Tapi itu seperti cabang pohon yang tak mampu menahan terlalu banyak ranting. Cabang itu akhirnya patah. karena kamu tumbuh demi pertumbuhan, kami tidak memiliki karyawan yang sungguh-sungguh mencintai perusahaan. Kami tidak punya fondasi atau pengalaman untuk menanganinya, jadi dari 150 orang karyawan menyusut sampai 40 orang. Gara-gara tumbuh terlalu cepat, pertumbuhan dan ekspansi kami justru tersendat enam bulan sampai satu tahun.”

Menurut saya, menghambat pertumbuhan dengan pertumbuhan itu sendiri agak ironis. Tetapi seperti halnya Red Letter Days yang tumbuh karena mengejar kuantitas, Grooveshark tumbuh karena mereka bisa bertumbuh. Mengapa tidak? Kalau Anda punya modal dan eksis pasar yang kompetitif dan berkembang, pertumbuhan adalah segalanya, bukan? Nah, seperti yang dialami Sam, kasusnya tidak selalu begitu.

Tumbuh secara cepat itu memang menggod, terutama di tengah-tengah persaingan yang ketat. Tetapi langkah itu seperti mambangun rumah tanpa fondasi di tanah yang gembur gara-gara tetangga kiri kanan Anda sudah mulai mendirikan tembok. Boleh-boleh saja Anda melakukannya, tapi dalam waktu singkat bata dan semen Anda akan bergeser retak.

Sam menyaksikan kultur Grooveshark goyah dan bergeser. Dia melemahkan tim berbakat yang dia bentuk sejak awal dengan memasukan orang-orang yang tidak cocok dalam tim itu. Menurut saya, upayanya mengejar pertumbuhan dan ekspansi mengarah pada kesalahan rekrutmen. Hal ini menunjukan bagaimana atribut-atribut kesahalah itu bersilangan. Yang satu menyebabkan yang lain, dan satu kesalahan muncul akibat kesalahan sebelumnya, begitu seterusnya. Sekali lagi, semua itu ditentukan oleh penilaian Anda dan pengambilan keputusan yang tepat, bukan keputusan yang muda atau cepat–yang kelihatannya adalah keputusan yang tepat semata-mata karena orang lain melakukannya. Bisnis Anda adalah bisnis Anda! Ini adalah keputusan Anda dan Anda mengambil keputusan itu demi memperbaikai dunia yang Anda bangun. Kalau Anda tidak bertumbuh atau berekspansi untuk alasan yang tepat, apa yang Anda harapkan bakal terjadi?

Kedengarannya janggal ketika seseorang seperti Rachel merasa lega ketika bisnisnya kolaps. Karena pertimbangan yang buruk dan dia ingin tumbuh demi pertumbuhan itu sendiri, dia kehilagan rasa cintanya. Dia berbisnis tanpa antusiasme dan tidak lagi merasakan alasan dia membangun bisnis itu pada mulanya. Dan hal ini bisa terjadi pada siapa pun, pada tahap apa pun, dalam perjalanan kewiraswastaan mereka. Namun, itu tidak berarti Anda tidak perlu bertumbuh atau berekspansi karena justru tugas Anda sebagai wiraswasta adalah melakukan dua hal itu.

Mulai sekarang, Anda berkesempatan untuk tumbuh dan mengembangkan sayap Anda. Selama Anda melakukannya untuk alassan yang tepat dan dalam kecepatan yang aman bagi segala sesuatu yang sudah Anda bangun sejak awal, Anda akan baik-baik saja. Jika Anda menyimpang dari patokan ini, Anda akan menghadapi momen-momen yang sungguh membuat Anda terkejut. Bayangkan saja perasaan Rachel, yang tidak hanya kehilangan bisnisnya, tetapi juga merasa lega ketika hal itu terjadi. Bayangkan keterkejutan dan kepedihan yang dialami Sam ketika dia harus memecat 100 orang karyawannya karena dia mendesak terlalu keras, terlalu terburu-buru.

Seperti halnya perekrutan karyawan baru, pertumbuhan bisnis Anda bergantung pada kemampuan Anda untuk mempertimbangkan dengan baik, yang dengan demikian mengarahkan kitake atribut berikutnya: pengambilan keputusan. Bagaimanapun juga, sebagai wiraswasta, Anda bertanggung jawab atas diri Anda sendiri, jadi kemampuan Anda untuk mengambil keputusan yang tepat itu penting.

TERISNPIRASI OLEH KISAH RACHEL ELNAUGH, SAM TARANTINO, ARNORLD DU TOIT, JO DAVIES, DEAN PHILLIPS, JACOB HILL, TONY ABBOTT, BRIAN HORN.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.