Bahaya Mempekerjakan Tim Para Bintang

tim para bintang

Jika Anda memiliki bisnis yang bersaing langsung dengan bisnis semacam Etsy, bisnis Anda harus kelihatan menonjol dan meninggalkan kesan yang bertahan lama. Karena itulah Jon Craford–pendiri StorEvy–berfokus membentuk tim para bintang dalam perekrutan tenaga kerjanya.

“Saya mencoba mendesain perusahaan yang dibangun dengan fondasi para bintang rock,” kata Jon, dari kantornya di San Fransisco. “Saya sengaja mencari para desainer yang sudah punya pengikut dan orang-orang ‘terpandang’, tetapi kami dengan cepat menyadari kami tidak menghasilkan apa-apa. Kami tidak merilis apa pun. Kami tidak mengirim apa pun. Itu karena kami tidak berada dalam kerangka berpikir yang sama, karena kalau Anda bintang rock, Anda akan sulit bermain sebagai pendukung di band orang lain.”

Karena baru saja mendapat pendanaan tahap awal untuk usaha rintisannya, dan memiliki uang untuk merekrut yang terbaik, Jon melakukan pendekatan yang masuk akal. Dia berada dalam industri yang sedang berkembang, tempat platform semacam Etsy menunjukan model dan pendekatan baru kepada konsumen. Dengan potensi amat besar, dan kebutuhan untuk bergerak cepat, mencari desainer kenamaan tampaknya masuk akal. Membangun tim para bintang tentu akan menghasilkan uang lebih banyak daripada tim berisi sekumpulan orang bermotivasi tinggi yang baru mulai merintis karier.

Hal itu kembali pada penilaian dan penentuan langkah yang tepat bagi Anda sendiri dan bisnis Anda. Usaha rintisan yang mandiri bisa jadi kehilangan fokus dan mecari kandidat yang murah dan mudah (mendekati teman-teman sendiri dan semacamnya), sementara usaha bermodal besar mungkin bertekuk lutut di hadapan eksekutif mahabintang.

Tetapi penilaian yang buruk bukan prasangka; penilaian yang buruk adalah penilaian yang buruk, apap pun bentuknya. Begitu Anda mempekerjakan seseorang berdasarkan alasan yang salah, makan Anda akan memecatnya di kemudian hari. Alhasil, Anda harus mencari tenaga kerja baru lagi… menghabiskan biaya lebih besar… kehilangan waktu lebih banyak… menguras sumber-sumber daya Anda.

Pemecatan Tim Para Bintang Yang Tidak Bisa Dihindari

Pemecatan itulah yang harus dilakukan Jon karena dia menemui jalan buntu dan di tidak tahu harus melakukan perubahan.

“Saya terpaksa memberhentikan semua orang, dan kembali lagi tanpa karyawan, karena kami tidak membangun kultur yang tepat; kami tidak menuntaskan apa pun,” katanya. “Dan itu berat, karena saya harus menelepon investor satu per satu dan memberitahu mereka apa yang telah saya lakukan; bahwa kami kembali ke awal, yaitu tanpa karyawan.”

Tidak hanya itu, Jon juga harus mengajak tim para bintang itu ke kedai kopi dan mengatakan kepada mereka sudah waktunya berpindah ke tempat kerja yang baru, itu sama sekali bukan langkah mudah, karena hal itu tidak hanya membuang-buang waktunya dan sumber dayanya (belum lagi waktu berbulan-bulan untuk membangun perusahaan kembali dari awal), tetapi juga menguji keputusannya sebagai pemimpin dan pendiri.

Baca Juga: Bahaya Pertumbuhan dan Ekspansi

“Anehnya, saya merekrut karyawan hebat pertama beberapa hari setelah semua ini terjadi, dan sejak itu kami terus mempekerjakan orang-orang hebat. Sekarang masalahnya hanya menemukan orang-orang yang tepat, dan memastkan mereka cocok dalam kultur yang terus kami bangun. Anda perlu memupuk kultur semacam ini secara bertahap. Waktu itu saya berpikir ingin membangun perusahaan yang hebat dan untuk mewujudkannya saya hanya perlu merekrut orang-orang yang keren. Tetapi Anda tidak bisa menciptakan atau membeli “kekeranan” begitu saja; Anda harus membangun dan merawatnya bersama orang-orang riil yang bekerja ke arah visi yang riil.”

Saya yakin Anda bisa memahami keputuan Jon untuk mempekerjakan tim para bintang, karena memang masuk akal untuk membangun tim yang berpengalaman ketika Anda memmiliki uang dan tumpuan untuk melakukannya. Tetapi seperti yang dia sampaikan, Anda tidak bisa membeli kultur; yang bisa Anda lakukan adalah membangun secara bertahap dan dengan tujuan yang jelas. Dengan begitu, besar atau kecilnya biaya yang Anda keluarkan untuk membentuk tim menjadi tidak penting. Intinya adalah membangun tim yang tepat, merekrut orang yang tepat; dengan selalu menggunakan penilaian terbaik Anda.

Bukan hanya Jon yang mengambil jalan ini; saya telah bertemu banyak pengusaha yang mengasumsikan perekrutan eksekutif kenamaan bakal memuaskan semua orang.

Kadang-kadang memang begitu. Tapi lebih sering tidak.

Tidak ada formula ajaib untuk menentukan seberapa tinggi biaya yang harus Anda keluarkan, yang selanjutnya membawa kita pada kepingan terakhir teka-teki perekrutan, yaitu bahwa biaya rendah juga bisa menggoyahkan bisnis Anda.

Di sinilah teman kita Rameet Chawla, yang kita temui sebelumnya, ikut gabung dalam kisah ini…

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.