Abaikan Angka-Angkanya

abaikan angka-angkanya

“Tidak semua yang bisa dihitung itu berharga, dan tidak semua yang berharga itu bisa dihitung.”

– Wiliam Bruce Cameron

Uang bukan satu-satunya nilai ukur yang dapat mencemarkan upaya kreativitasmu. Mendigitalisasikan hasil karyamu dan membaginya secara online berarti bahwa ia menjadi objek bagi indikator ukuran dunia online: Kunjungan situs web, jumlah likes, favourites, shares, reblogs, retweets, jumlah follower, dan masih banyak lagi. Abaikan angka-angkanya

Sangat mudah untuk menjadi terobsesi dengan ukuran-ukuran online itu sebagaimana halnya uang. Akan mudah bagi kita untuk menggunakan indikator-indikator itu untuk memutuskan pekerjaan apa yang akan dilakukan berikutnya, tanpa mempertimbangkan betapa dangkal indikator-indikator tersebut sebenarnya. Peringkat Amazon tidak bisa memberitahumu apakah seseorang itu membaca buku karyamu dua kali dan sangat menyenanginya sampai-sampai dia memberikannya kepada temannya. Jumlah likes di Instagram tidak memberitahumu apakah gambar yang kamu buat menempel di benak seseorang selama sebulan. Hitungan stream count tidak sama dengan jumlah orang yang secara aktual mendatangi pertunjukan langsungmu dan menari.

Abaikan Angka-Angkanya Untuk Sejenak Saja

Apakah arti sesungguhnya dari klik itu dalam berbagai skema besar ini? Makna klik itu dalam jangka pendek adalah, bahwa semua yang ada secara online saat ini merupakan clickbait, yang dioptimalkan untuk rentang perhatian yang singkat. Popularitas yang cepat.

Aku menyadari sejak lama bahwa nyatanya hanya ada sedikit sekali korelasi antara apa yang senang kulakukan dan kubagi dengan jumlah likes, favourites, dan retweets yang didapatkannya. Sering sekali aku mengunggah sesuatu yang senang kubuat dan membutuhkan waktu sangat lama, tetapi tanggapannya hening. Aku kemudian mengunggah hal lain yang kupandang agak payah dan tidak perlu memerlukan upaya sedikit pun dariku, tetapi nyatanya ia menjadi viral. Jika aku membiarkan indikator-indikator itu mendikte praktik pribadiku, kurasa batinku tak akan sanggup lama menanggunnya.

Baca Juga: Ketika Passion Menjadi Sebuah Pekerjaan Tetap

Kalau kamu membagi hasil pekerjaanmu secara online, berusahalah untuk abaikan angka-angkanya setidaknya sesekali. Tambahkan waktu antara saat berbagimu dan menerima umpan balik. Unggah sesuatu, tetapi jangan mengecek tanggapannya selama seminggu. Matikan data analitis untuk blogmu dan tuliskan tentang apa pun yang kamu inginkan. Unduh browser plug-in yang menjadikan angka-angka tersebut menghilang dari media sosial.

Ketika kamu abaikan angka-angkanya dan pengukuran-pengukuran kuantitatifnya sejenak, kamu akan bisa kembali pada pengukuran kualitatifnya. Apakah karya itu bagus? Benar-benar bagus? Apakah kamu menyukainya? Kamu juga akan bisa lebih memfokuskan pada nilai karyamu yang tak bisa diukur. Dampak karya itu pada jiwamu.

“Tidak ada seniman yang bisa bekerja hanya demi hasilnya; juga mesti menyenangi proses pekerjaannya.”

– Robert Farrar Capon

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.