Aku Menulis Blog Ini

Karena Aku Butuh Membacanya

1
Media Sosial-Pengakuan Seorang Lelaki Tua yang Pemarah
2
Pencurian Online dan Mengapa Ini Penting Bagi Anda-Ya, Bahkan Anda
3
Kebutuhan dan Keinginan Pasar Produk
4
Pemasaran Secara Etis – Pakailah Gambar Anda Sendiri
5
Berbagi Pandangan Berbeda Dengan Orang Lain
6
Mengubah Pikiran Kita, Itu Tanda Kamu Hidup
7
Karya Seni Adalah Untuk Kehidupan (Bukan Sebaliknya)
8
Mengelola dan Memilih Konten
9
Suatu Iklan yang Creepy Disruptif
10
Memilih dan Menggunakan Brand yang Anda Benci

Media Sosial-Pengakuan Seorang Lelaki Tua yang Pemarah

Digiday.com menerbitkan sebuah series keren bernama “Confenssions” di mana mereka melakukan wawancara secara anonim dengan seseorang di industri tertentu yang berkaitan dengan marketing dan media sosial. Artikel-artikelnya selalu menarik untuk dibaca, dan kami menyukainya. Baru-baru ini satu artikel yang menampilkan seorang Chief Marketing Officer dari industri keuangan menarik perhatian kami.

Read More

Pencurian Online dan Mengapa Ini Penting Bagi Anda-Ya, Bahkan Anda

Kami melihat kutipan digunakan tanpa kredit setiap hari, di media sosial, di materi periklanan, dan seruan di atas panggung. Kami telah merasakan kata-kata dan pekerjaan kami diambil dan digunakan tanpa kredit. Kami mohon Anda tidak melakukannya; Hal ini membuat Anda terlihat malas dan curang dan merendahkan nilai pekerjeaan kreatif pada umumnya. Imitasi bukanlah bentuk sanjungan yang tulus; memberikan kredit. Pencurian online merupakan loncatan cepat, lompatan jauh dari pencurian ide dan desain orang lain. Era digital telah memberikan kita semua akses ke terlalu banyak informasi-akses yang telah menghasilkan banyak inspirasi dan imitasi-dan para pembuat hukum yang melindungi terlalu lambat untuk menyusul keadaan ini.

Read More

Kebutuhan dan Keinginan Pasar Produk

Banyak pengusaha yang baru saja memulai bisnisnya mencari ceruk pasar-beberapa bagian di pasar yang belum dimanfaatkan. Kita memulai suatu perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan pertanyaan yang belum terjawab dan untuk membawa pasar kita dari perasaan kebutuhan atau keinginan kepada suatu kenyamanan. Kita bisa membayangkan versi musik populer yang pantas untuk anak-anak tersebut sebagai suatu produk untuk orangtua dengan anak-anak yang menginginkan lagu-lagu tanpa menggunakan bahasa yang kasar. Kadang pengusaha belajar dengan cepat bahwa apa yang mereka lihat sebagai kebutuhan merupakan sesuatu yang kurang dari ekspektasi mereka . Ceruk pasarnya terlalu kecil atau terlalu sulit dijangkau untuk membangun suatu perusahaan yang sukses. Di lain waktu, kebutuhan dan keinginan produk ceruk pasar Anda besar, lebih besar dari yang diekspektasikan oleh siapa pun-bahkan kami.

Read More

Pemasaran Secara Etis – Pakailah Gambar Anda Sendiri

Sering kali, kita bahkan nyaris tidak memperhatikannya. Saat kita duduk di restoran atau pujasera, foto-foto yang tergantung di dinding seperti berpadu dengan latar belakangnnya, bukan begitu? Foto-foto tersebut terdiri dari gambar banyak orang yang terlalu senang menikmati makanan dan percakapannya, versi yang disiapkan dengan sempurna dari burger yang sedang kita makan, dan lukisan pemandangan untuk menciptakan tema Itali atau Prancis. Foto-foto tersebut dibuat dengan susah payah dan dipilih oleh pemilik dan juga desainer yang membuat restoran tersebut, bersamaan dengan menu dan logonya untuk tujuan pemasaran secara etis.

Read More

Mengubah Pikiran Kita, Itu Tanda Kamu Hidup

Aku pernah membaca sebuah artikel surat kabar tentang perubahan iklim dan seorang yang sempat apatis berkata, “Kalau kamu tidak pernah mengubah pikiran kita, pikiranmu tentang sesuatu, cubiti dirimu sendiri; mungkin kamu telah mati.”

Read More

Karya Seni Adalah Untuk Kehidupan (Bukan Sebaliknya)

Nominasiku bagi salah satu kalimat terbodoh yang pernah diucapkan tentang seni tertuju pada 60 Minutes, Andy Rooney, yang berbicara mengenai vokalis utama Nirvana, Kurt Kobain, setelah aksi bunuh dirinya, “Tidak ada hasil karya seni yang lebih baik daripada sosok yang menciptakannya.”

Read More

Mengelola dan Memilih Konten

Selama bertahun-tahun, kami telah berjuang melawan praktik penggunaan berita suatu peristiwa tragis sebagai inspirasi yang menggugah clickbait untuk mendorong audiens Anda membuka dan memilih konten Anda. Kami melihat praktik tersebut sangat malas dan bercita rasa buruk. Ketika tokoh masyarakat mati, ketika ada keadaan darurat atau bencana alam, tugas Anda sebagai suatu brand adalah untuk mengekspresikan belasungkawa, menawarkan pertolongan, atau diam. Karena popularitas suatu kata membuatnya berada di daftar atas pencarian kata, seperti fitur kisah terbaik pada Twitter sebagai contoh,banyak brand akan menggunakan kata itu di dalam judul pemberitaan mereka, membuat banyak orang melihat, meng-klik dan memilih konten mereka.

Read More

Suatu Iklan yang Creepy Disruptif

Hidup di masa inovatif lahir dengan sangat cepat, kadang membuat kemampuan kita untuk menciptakan sesuatu tudak sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia untuk menerima atau berfungsi di dalam satu kerangka kerja yang baru. Hal tersebut merupakan alasan pentingnya untuk bertanya kepada diri kita sendiri “mengapa” sebelum menggunakan teknologi baru-tidak hanya untuk menghindari menghabiskan sumber daya pada sesuatu yang mungkin atau tidak mungkin membawa kita kepada kesuksesan bisnis tetapi karena kadang-kadang inovasi berada di depan kurva pembelajaran pasar kami. Atau, seperti kasus suatu iklan dari suatu film berikut ini, sungguh menyeramkan.

Read More

Memilih dan Menggunakan Brand yang Anda Benci

Alison membenci buah pisang, tetapi ia harus tetap memilih dan menggunakan pisang dalam menu makan siang anak-anak. Dia mungkin saja mengenal buah itu sebagai buah setan, tetapi anak-anak yang cintai membutuhkan pilihan makanan yang sehat, dan jika pisang merupakan pilihan anak-anak, maka pisanglah yang akan mereka dapatkan. Alison (si perusahaan) harus mendengarkan kebutuhan dan keinginan (asupan makanan yang mengandung banyak vitamin dan mengunggah selera) anak-anaknya (pelanggan), karena buah pisang yang sudah dimakan lebih baik daripada buah apel yang dibuang.

Read More

Kebijakan Privasi | Disclaimer | Pedoman Siber - Copyright © 2021. Semua Saudara. Allright Reserved.